nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dongkrak Investasi Pasar Modal, Menkeu Pamerkan Omnibus Law Perpajakan di BEI

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 30 Desember 2019 16:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 30 278 2147494 dongkrak-investasi-pasar-modal-menkeu-pamerkan-omnibus-law-perpajakan-di-bei-PsgTGlPhRt.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah tengah serius untuk menarik investasi ke Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan menggodok dua aturan langsung yang tertuang dalam Omnibus Law.

Omnibus Law yang pertama adalah tentang cipta lapangan kerja. Sementara itu, aturan yang kedua yang tengah digodok adalah Omnibus Law perpajakan.

 Baca juga: Perdagangan Saham 2019 Ditutup, Ini Pesan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, keduanya sama-sama bisa menarik investor. Hanya saja Omnibus Law tentang perpajakan lah yang paling ditunggu oleh para pelaku usaha dan investor.

 Penutupan Perdagangan (Foto: Okezone/Widi Agustian)

"Kita sedang menggodok 2 Omnibus Law oleh pemerintah. Yang pertama adalah omnibus law cipta lapangan kerja dan yang kedua adalah omnibus law perpajakan ini yang banyak ditunggu," ujarnya dalam acara penutupan perdagangan 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (30/12/2019).

 Baca juga: Tutup Perdagangan 2019, IHSG Anjlok 0,47% Setop di 6.299

Nantinya lanjut Sri Mulyani, dalam aturan omnibus law perpajakan ini pemerintah akan menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) badan dan juga memberikan insentif lainnya. Asalkan perusahaan tersebut sudah dan mau melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Kita menurunkan PPh Badan, tambahan insentif untuk perusahaan yang go public," ucapnya.

 Baca juga: Catatan Pasar Saham RI Sepanjang 2019: 55 Emiten Baru, Tertinggi di Asia Tenggara

Selain itu lanjut Sri Mulyani, dalam omnibus law perpajakan ini pemerintah juga akan memberikan insentif untuk pengenaan PPh atas dividen. Selain itu lewat omnibus law perpajakan ini juga,pemerintah juga akan memberlakukan azas teritori.

"Kami harap ini bisa meningkatkan iklim investasi muncul perusahaan besar dan secara organik dan non bisa eligible masuk ke pasar modal dan menjadi alternatif bagi para investor," jelasnya.

Meski begitu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut untuk mendongkrak investasio perlu dukungan dari pelaku pasar modal lainnya. Karena tanpa dukungan seluruh pelaku, aturan yang sedemikian didesain oleh pemerintah untuk mendongkrak pasar modal akan percuma.

"Kami sebagai policy maker akan terus melakukan pendalaman pasar keuangan dan pasar modal kalau enggak Indonesia akan terus rawan terhadap gejolak global ini bisa kita lakukan kalau kita sepakat dalam mendefinisikan Good Coorporat Governance (GCG)," kata Sri Mulyani.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini