JAKARTA - Keadaan Jakarta, Bekasi, Tangerang, Banten dan sekitarnya pasca-dikepung banjir mulai pulih kembali. Banjir yang mengepung wilayah-wilayah di Jabodetabek ini dimulai sejak awal tahun baru sampai tiga hari ke depannya. Akibatnya, kegiatan warga sehari-hari lumpuh.
Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengatasi banjir yang sudah meluas. Mulai dari mengevakuasi warga yang terjebak banjir sampai dengan menyelamatkan barang-barang perabotan.
Warga yang rumahnya terkena banjir pun mulai melakukan aksi bersih-bersih, mulai dari membersihkan lumpur yang masuk ke rumah, memilah-milih furnitur yang masih layak, atau bahkan mencuci sekaligus menjemur pakaian.
Baca Juga: 95,5% Listrik Wilayah Terdampak Banjir Jabodetabek dan Banten Sudah Nyala
Namun, banyak warga yang memilih kegiatan bersih-bersih pasca-banjir secara instan dengan cara menggunakan jasa kebersihan.
Hal ini berlaku dengan jasa laundry. Jasa yang menawarkan mencuci, mengeringkan, menyetrika atau mengantar pakaian ini tampaknya mendapatkan banyak pesanan.
Baca Juga: Banjir Jabodetabek Bikin Harga Cabai Naik, Ini Daftar Selengkapnya
Warga yang rumahnya terkena banjir banyak menggunakan jasa laudry untuk mengatasi pakaian-pakaian mereka yang terkena air banjir.
"Habis banjir, banyak yang datang bawa pakaian kotor buat di-laundry," ujar Eti, salah satu pemilik laundry kepada Okezone di kawasan Bintara Raya, Bekasi Barat, Bekasi, Sabtu (4/1/2020).

Umumnya pada hari biasa, pelanggan tetap Eti hanya meminta di-laundry 2 - 5 kilogram saja. Tapi pasca-banjir, dia bisa menerima jasa laundy hingga 6 kali lipat per orangnya.
"Kalau banjir bisa 30 kilogram per orang, itu baru satu orang," katanya.
Hal ini tidak jauh berbeda dengan Ida, pelaku usaha laundry di Bintara Raya, Bekasi Barat, Bekasi. Ida juga mendapatkan banyak pesanan saat banjir.
"Baru saja ada yang naruh pakaian 54 kilogram, satu lemari kata pelanggan tadi," ungkap Ida sambil menyetrika.
Dia mengatakan, pakaian yang di-laundry-nya setelah banjir beratnya bermacam-macam, mulai dari yang terberat 54 kilogram, 36 kilogram, atau 20 kilogram.
"Ini juga peningkatan yang tinggi," imbuh Ida.
(Dani Jumadil Akhir)