nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Hal Ini Membuktikan Jabatan CEO Itu Tidak Mudah

Hairunnisa, Jurnalis · Sabtu 04 Januari 2020 21:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 04 320 2149318 5-hal-ini-membuktikan-jabatan-ceo-itu-tidak-mudah-mkMFx1Fw0r.jpg Ilustrasi Pekerjaan CEO Tidak Mudah (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menjabat sebagai CEO atau direktur eksekutif di suatu perusahaan memanglah impian kebanyakkan orang. Lantaran, siapa yang tidak mau bergaji tinggi dan jadi dikenal banyak orang?

Akan tetapi menjabat sebagai CEO berarti harus tunduk pada tekanan dan tuntutan yang tidak dapat dihindari. CEO bertanggungjawab sepenuhnya atas jalannya sebuah perusahaan yang dipimpin, membuat mereka selalu dituntut sempurna.

Berikut beberapa pandangan tentang CEO, dilihat dari cara-cara yang tampaknya kecil yang dapat mereka lakukan dan bagaimana mereka dapat mengelola untuk menghindari suatu kesalahan besar, seperti yang dikutip dari CNN, Sabtu (4/1/2020).

1. Bekerja di bawah tekanan

CEO harus memenuhi daftar pekerjaan yang panjang dan terkadang bertentangan. Biasanya CEO ditekan dalam waktu 3 bulan untuk bisa memberikan inovasi guna mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Tanpa disadari pekerjaan ini akan terus-menerus berada di bawah tekanan untuk menunjukkan hasil positif. Disamping jugamenunjukkan diri sebagai pemimpin teladan yang mampu menghindari skandal dan bergaul dengan dewan dan tim manajemen. Kalau tidak, Anda bisa ditunjukkan pintu keluar.

2. Tempat uji coba pertama kali

Tugas utama menjadi CEO adalah tempat pertama kalinya menguji coba barang peluncuran. Taruhannya sangat tinggi, dan lebih kompleks. Tak ayal karena tuntutan prefesional banyak CEO yang mempunyai sindrom penipu.

Baca Juga: Intip Tips Jualan Colonel Sanders, Bos KFC yang Sukses di Usia Senja

3. Sulit memecat orang yang dekat padahal tak cocok

Tidak ada CEO yang bisa melakukan semuanya dengan benar. Tetapi salah satu penyesalan terbesar yang sering dialami oleh mantan CEO adalah terlalu lama memecat seseorang yang mereka kenal karena tidak cocok dengan tim eksekutif mereka.

Mereka mungkin merasa bersalah, atau khawatir tentang reaksi investor dan karyawan, atau mereka mungkin berpikir mereka bisa memperbaiki situasi. Apa pun alasannya, mereka membiarkan situasi disfungsional berlangsung terlalu lama, meremehkan efektivitas tim mereka.

Baca Juga: Petuah dari Miliarder: Jadi Orang Sukses Tak Perlu Kerja 80 Jam/Minggu

4. Mengambil risiko yang tepat pada waktu yang tepat

Sebuah studi penting telah menunjukkan, bahwa para eksekutif yang berani mengambil risiko besar sejak awal karier mereka, biasanya lebih cepat berhasil memimpin.

Baik sebagai CEO atau eksekutif yang mengawasi kantor, mereka harus tahu bahwa harus mengambil risiko yang cerdas untuk memastikan perusahaan mereka tetap kompetitif.

Tetapi bagian yang sulit adalah memutuskan langkah besar berikutnya, melakukan perekrutan, mengubah strategi, atau mengubah produk baru, sepadan dengan risiko.

5. CEO dibayar sangat tinggi

CEO di sebuah perusahaan memiliki gaji yang jauh lebih besar daripada rata-rata karyawan biasa. Masing-masing pihak kantor biasanya mempertimbangkan sejumlah faktor ketika menentukan gaji CEO, termasuk dilihat dari pengalaman, tingkat pembayaran di perusahaan sebelumnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini