nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tumpukan Sertifikat Tanah di Kantor Pertanahan Bekasi Terendam Banjir

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 05 Januari 2020 21:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 05 320 2149556 tumpukan-sertifikat-tanah-di-kantor-pertanahan-bekasi-terendam-banjir-PXZ1Avu447.jpeg Foto: Dokumentasi Kementerian ATR

JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan dengan sigap membantu memperbaiki dan mengamankan arsip sertifikat tanah. Apalagi memasuki awal tahun 2020 ini kondisi cuaca telah masuk ke dalam musim penghujan dan bisa berdampak pada banjir.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra mengatakan, kantor pertanahan diminta sigap untuk menerima pelayanan masyarakat yang ingin memperbaiki arsipnya. Apalagi, banyak masyarakat yang arsipnya, termasuk sertifikat hak atas tanah, rusak akibat banjir.

Salah satu contohnya adalah Kantor Pertanahan Kota Bekasi yang bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) akan melakukan penyelamatan arsip tanah di Kota Bekasi. Tim yang dibentuk akan terjun langsung ke lapangan untuk membantu penyelamatan arsip masyarakat.

Surya Tjandra juga mengatakan, petugas arsip pertanahan tidak hanya diisi dengan orang-orang yang pintar, tapi juga dapat bertanggung jawab dan punya integritas sehingga bisa cepat tanggap dalam menangani berbagai situasi yang tiba-tiba saja terjadi.

“Momentum banjir ini juga dapat medorong perubahan di tingkat sistem, perlu dipikirkan bersama terhadap sistem mitigasi bencana di kantor pertanahan kabupaten/kota atau kantor wilayah BPN provinsi, terutama dalam menyelamatkan warkah-warkah (alas hak, bukti kepemilikan) dan arsip-arsip pertanahan lainnya. Hilangnya warkah tanah masyarakat akan menyebabkan ketidakpastian kepemilikan lahan, ke depan dapat memicu terjadinya konflik dan sengketa pertanahan,” ungkap Surya Tjandra mengutip dari akun instagram Kementerian ATR, Minggu (5/1/2020).

Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan Kementerian ATR/BPN Nurhadi Putra mengatakan, bencana banjir menyebabkan kerusakan di beberapa aspek, salah satunya arsip sertifikat seperti warkah dan buku tanah.

"Banjir ini dikarenakan jebolnya tembok di sebelah kanan kantor Pertanahan Kota Bekasi. Sehingga Kementerian ATR/BPN bersama dengan ANRI memiliki semangat yang sama, untuk tanggap dengan cepat terhadap bencana yang terjadi di Kantor Pertanahan Kota Bekasi. Karena banyak arsip sertipikat seperti warkah dan buku tanah yang terendam banjir dan harus segera diamankan," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Preservasi ANRI Kandar, menjelaskan hal terpenting sebagai langkah awal yang akan dilakukan yaitu evakuasi terlebih dahulu.

"Ada dua hal yang harus dilakukan saat ini dan sesegera mungkin. Pertama melakukan evakuasi arsip jangan sampai terkena sinar matahari, karena jika terkena maka akan hancur nantinya. Kemudian untuk arsip yang memiliki nilai guna tinggi akan diprioritaskan untuk diinventarisasikan terlebih dahulu," ungkap Kandar.

Lebih lanjut, Kandar menghimbau kepada seluruh warga korban banjir agar merestorasi dokumen yang basah. Masyarakat bisa langsung mendatangi kantor ANRI jika ingin memperbaiki dokumen yang rusak.

"ANRI juga memberikan layanan restorasi/perawatan arsip keluarga (Laraska) secara gratis bagi masyarakat yang terkena musibah bencana banjir. Dapat langsung mendatangi kantor ANRI," kata Kandar.

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini