Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Diyakini Bisa Selamatkan JKN 4 Tahun

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 06 Januari 2020 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 06 320 2149901 kenaikan-iuran-bpjs-kesehatan-diyakini-bisa-selamatkan-jkn-4-tahun-uMfbC2ZY7j.jpg BPJS Kesehatan (Foto: BPJS Kesehatan)

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memastikan kenaikan iuran premi asuransi untuk seluruh segmen akan menyehatkan kinerja keuangan badan.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, kenaikan itu membuat program jaminan kesehatan nasional (JKN) akan mampu bertahan hingga 3-4 tahun ke depan

"Jadi, sampai 3-4 tahun ke depan akan sustain, rumah sakit dapat melayani pasien lebih baik lagi. Kemudian tidak kesulitan cashflow dan lainnya," ujar dia di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Jakarta, Senin (6/1/2020)

Baca Juga: Utang BPJS Kesehatan Rp14 Triliun, Bisa Lunas di Tahun Ini?

Dia juga memprediksi, tanda-tanda program JKN bakal berlanjut cerah akan tampak pada akhir 2020. Hal itu tercermin saat BPJS Kesehatan sudah mampu membayarkan total seluruh utangnya kepada rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan.

"Total utang jatuh tempo BPJS Kesehatan mencapai Rp 14 triliun pada Desember 2019. Utang tersebut akan dilunasi dalam tiga bulan ke depan setelah premi iuran, termasuk iuran mandiri, dinaikkan," ungkap dia.

Baca Juga: Iuran Naik, Bos BPJS Kesehatan Persilahkan Masyarakat Jika Mau Turun Kelas

Sebelumnya, Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, apabila masyarakat menilai iuran kelas I berat, opsinya bisa turun kelas. Jadi bisa menyesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat.

"Dengan menyesuaikan kelas yang berada di bawahnya. Pelayanan medis itu sama. Tidak ada perbedaan pelayanan walaupun turun kelas," ujar dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini