nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ikan Langka Punah, China Larang Nelayan Mancing di Sungai Yangtze Selama 10 Tahun

Irene, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 14:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 08 320 2150630 ikan-langka-punah-china-larang-nelayan-mancing-di-sungai-yangtze-selama-10-tahun-XWC0Loe8sz.jpg Yangtze River (Reuters)

JAKARTA - China akan melarang nelayannya untuk memancing ikan di sungai terpanjangnya, yakni Yangtze. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Januari 2020 hingga 1 dekade ke depan.

Sebenarnya, larangan memancing sudah ada untuk musim semi telah diberlakukan sejak 2003. Akan tetapi baru dimulai 1 Januari 2020 di 332 situs di sepanjang Yangtze.

 Baca juga: Soal Kapal China di Natuna, Susi Pudjiastuti: Investasi Kita Hormati kalau Mencuri Tenggelamkan

Sementara itu, untuk kawasan konservasi akan diperluas lebih lanjut pada 2021. Namun apa penyebabnya?

Kapal nelayan (Reuters)

Seperti terungkap dalam video SCMP, Jakarta, Rabu (8/1/2020), China memberlakukan larangan tersebut setelah penangkapan ikan yang berlebihan hingga punahnya ikan langka di sungai tersebut.

 Baca juga: Polemik Natuna, Menteri Edhy: Yang Penting Tetap Cool

Paddlefish yang merupakan ikan asli China ini dinyatakan punah pada Desember 2019. Spesies ini, yang dapat tumbuh hingga 7 meter (23 kaki), hidup di Yangtze selama 150 juta tahun.

Sementara itu, tangkapan tahunan dari Yangtze pada tahun 1954 adalah sekitar 427.000 ton. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir angkanya kurang dari 100.000 ton.

China berharap larangan itu akan menghidupkan kembali stok ikan dan memulihkan beberapa spesies liar asli. Namun, kebijakan tersebut akan mengancam sekitar 280.000 nelayan di sepanjang sungai Yangtze.

Wakil Direktur Jenderal Biro Perikanan Negara Jianli, Wu Kewei mengatakan, akan membongkar semua kapal ikan sebelum akhir 2019. Selain itu perizinan mereka akan dibatalkan.

"(Kami) akan membantu nelayan menemukan pekerjaan baru," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini