Polemik Natuna, Menteri Edhy: Yang Penting Tetap Cool

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 06 Januari 2020 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 06 320 2149975 polemik-natuna-menteri-edhy-yang-penting-tetap-cool-LgM1XJ6oCD.jpg Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia melayangkan protes kepada China karena kapal ikan China masuk wilayah perairan Natuna. China terbukti melanggar Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia, dengan melakukan kegiatan IUU fishing, dan pelanggaran kedaulatan oleh Coast Guard RRT di perairan Natuna.

Terkait memanasnya perairan natuna, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyatakan, akan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian terkait untuk menjaga Perairan Natuna dari kapal-kapal nelayan asing.

Baca juga: Menteri Edhy: Menkeu Setuju Kapal Sitaan Asing Dihibahkan ke Nelayan

Terkait rencana ke depan untuk melakukan negosiasi khususnya dengan China terkait klaim Perairan Natuna oleh negara tersebut, Edhy menyatakan, hal terpenting adalah kekompakan seluruh pihak.

"Jangan bicara detil dulu, ini hubungannya dengan keamanan dan kedaulatan negara yang penting tetap cool tidak terpancing, dan yang penting kita semua kompak di seluruh kementerian/lembaga," jelasnya, Senin (6/1/2020).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, persoalan masuknya kapal-kapal ikan dan kapal Coast Guard China ke Perairan Natuna, Kepulauan Riau, untuk tidak dibesar-besarkan. Namun, hal tersebut menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk lebih memperketat pertahanan serta pengawasan.

edhy

"Sebenarnya nggak usah dibesar-besarin lah. Soal kehadiran kapal itu," ujar Luhut di kantornya.

Luhut menyebut, persoalan adanya kapal asing yang masuk wilayah Perairan Natuna mencerminkan kurangnya keamanan di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya meningkatkan keamanan di wilayah perairan.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan untuk menambah pasukan serta unit kapal pengawasan guna memperketat pertahanan di Perairan Natuna yang diakuinya masih minim petugas patroli.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini