NEW YORK - Harga minyak mentah turun di bawah USD65 per barel pada perdagangan Jumat (10/1/2020) waktu setempat. Hal ini karena pasokan dinilai cukup di tengah konflik Iran-AS.
Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (11/1/2020), harga minyak Brent turun 39 sen ke USD64,98. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 52 sen ke USD59,04 per barel.
Baca juga: Kekhawatiran Konflik AS-Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Kembali Turun
Saat ini, pasar masih mengincar akan adanya risiko dari konflik jangka panjang Iran-AS. Apalagi, adanya sanksi yang dikeluarkan AS kepada Iran.

"Dengan mundurnya Iran ada perasaan bahwa pasokan minyak cukup aman tetapi sekarang dengan institusi sanksi dan laporan ini bahwa kapal Rusia bertindak agresif terhadap kapal AS, itu membuat sedikit ketakutan kembali ke pasar tempat, "kata Phil Flynn, analis minyak di Price Futures Group di Chicago.
Baca juga: Konflik AS-Iran Mulai Mereda, Harga Minyak Turun Lebih dari 4%
Untuk minggu ini, Brent mengalami kerugian 5,3% dan WTI mengalami penurunan 6,4%, dengan kedua tolok ukur sekarang di bawah level sebelum pemogokan drone AS membunuh jenderal Iran Qassem Soleimani pada 3 Januari.
Iran menanggapi serangan pesawat tanpa awak AS pada 8 Januari dengan serangan rudal di pangkalan udara Irak yang menampung pasukan A.S. yang tidak meninggalkan korban. Tetapi seorang komandan Pengawal Revolusi mengatakan Iran akan segera melakukan "pembalasan yang lebih keras".
Baca juga: Jika Konflik AS-Iran Melebar, Harga Minyak Berpotensi Melejit ke USD80/Barel
Namun, belum ada gangguan pada produksi minyak Timur Tengah sebagai akibat dari meningkatnya ketegangan dan indikasi lainnya minggu ini menunjukkan pasokan cukup.