Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Jembatan Lengkung LRT Jabodebek, dari Perancangnya hingga Cetak Rekor Dunia

Irene , Jurnalis-Minggu, 12 Januari 2020 |07:06 WIB
Fakta Jembatan Lengkung LRT Jabodebek, dari Perancangnya hingga Cetak Rekor Dunia
LRT (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah saat ini sedang menggencarkan perampungan proyek kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Salah satu yang menarik perhatian adalah jembatan lengkung LRT yang berhasil cetak rekor dunia sebagai jembatan lengkung terpanjang yang ada di dunia.

Jembatan lengkung LRT ini mengagumkan banyak pihak karena dibuat oleh seorang asli Indonesia dan berhasil membuat decak kagum para figure terkenal. Jembatan ini berada di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Soebroto yang merupakan bagian dari jalur LRT Cawang-Dukuh Atas.

Oleh sebab itu, Jakarta, Minggu (12/1/2020), Okezone merangkum fakta terkait jembatan lengkung LRT Jabodebek. Berikut faktanya:

 Baca juga: Terpanjang di Dunia, Longspan LRT Jabodebek Dipastikan Tahan Gempa

LRT

1. Dirancang Oleh Arvila Delitriana

Arvila Delitriana atau akrab disapa Ir Dina. Wanita jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB), bersama Adhi Karya, ini mampu merancang jembatan lengkung sepanjang 148 meter untuk proyek Light Rail Transit atau Laju Raya Terpadu (LRT) Jabodebek di Jalan Gatot Soebroto dan JL HR Rasuna Said, Jakarta.

2. Tahan Bencana Gempa Bumi

Bentangan beton panjang (longspan) kereta light rail transit (LRT) Jabodebek di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Soebroto sepanjang 148 meter diklaim tahan terhadap bencana gempa bumi. Longspan tersebut merupakan bagian dari jalur LRT Cawang-Dukuh Atas.

 Baca juga: Cerita Kepala BRIN: Jepang Sempat Ragukan Jembatan Lengkung LRT Jabodebek

Pembuat jembatan lengkung bentang panjang (longspan) di Kuningan pada proyek LRT Jabodebek Arvilla Delitriana mengatakan, pada saat pembuatan desain longspan memperhatikan betul ancaman gempa yang bisa saja terjadi di ibu kota.

"Karena Jakarta adalah daerah yang intensitas gempanya menengah ke tinggi," ujar Ir Dina.

3. Gunakan Time History Analysis

"Dalam proyek ini kami menggunakan yang disebut time history analysis itu adalah tingkatan mendesain gempa yang cukup complicated yang kita harus mengambil sumber gempa dari tujuh sumber gempa di dunia untuk disintetiskan di gempa Indonesia terutama Jakarta," kata Ir Dina.

 Baca juga: LRT Jabodebek Jajal Jalur Menanjak dan Belok

Menurut dia, gempa sintetis ini diambil dari tujuh sumber gempa besar dunia yakni, Big Bear, Chile, Livermore, Michoacan, Miyagi, Sumatera dan Tohoku yang dicocokkan dengan mekanisme gempa yang ada di Jakarta yang disebut Time History Analysis dan non-linier.

4. Kalahkan 3 Metode Konstruksi Dari Perancis

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengapresiasi Arvila Delitriana si pembuat jembatan lengkung bentang panjang (longspan) di Kuningan pada proyek LRT Jabodebek.

Menurutnya, wanita yang akrab disapa Dina itu mengalahkan tiga metode konstruksi bentang panjang diusulkan oleh perancang dari Perancis. Di mana ketiga metode tersebut dianggap sulit dilakukan karena harus menambah tiang pancang di tengahnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement