nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Kepala BRIN: Jepang Sempat Ragukan Jembatan Lengkung LRT Jabodebek

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 06 Januari 2020 20:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 06 320 2149972 cerita-kepala-brin-jepang-sempat-ragukan-jembatan-lengkung-lrt-jabodebek-IWwangP6xb.jpg Kereta LRT Jabodebek (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengapresiasi Arvila Delitriana si pembuat jembatan lengkung bentang panjang (longspan) di Kuningan pada proyek LRT Jabodebek.

Baca Juga: Perkenalkan, Ir Dina si Pembuat Jembatan Lengkung Terpanjang di Dunia

Menurutnya, wanita yang akrab disapa Dina itu mengalahkan tiga metode konstruksi bentang panjang diusulkan oleh perancang dari Perancis. Di mana ketiga metode tersebut dianggap sulit dilakukan karena harus menambah tiang pancang di tengahnya.

"Jadi supervisor proyek ini juga konsultan Jepang yang tadinya ragu. Lalu menyetujui dan memberikan apresiasi. Maka itu ini suatu inovasi putri dari bangsa Indonesia. Dan ini kebanggaan Indonesia," ujar dia di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Baca Juga: Rekor, Jembatan Lengkung LRT Jabodebek Terpanjang di Dunia

Bambang kagum dengan Dina yang memiliki inovasi membangun jembatan LRT yang berada di Kuningan. Desain tersebut merupakan inovasi cemerlang. Pasalnya untuk membangun jalur LRT melayang di perempatan itu sangat sulit dengan banyaknya konstruksi di bawahnya.

"Kita ketahui, di situ ada struktur line. Lalu ada jalan tol, ada juga jalan non tol, perempatan yang sangat sibuk. Dengan kerumitan struktur seperti itu ternyata Bu Dina menemukan caranya," katanya.

Sebelumnya, pembangunan LRT Jabodetabek memecahkan dua rekor dunia yaitu untuk konstruksi longspan atau bentangan panjang tanpa pilar, serta untuk jembatan lengkung dari beton terpanjang untuk jalur kereta api.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini