nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Mark Zuckerberg 'Ngeluh' Jadi Bos Facebook

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 14:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 13 320 2152302 ketika-mark-zuckerberg-ngeluh-jadi-bos-facebook-GmBbUyRsiC.jpg Mark Zuckerberg (Foto: CNBC)

JAKARTA – CEO Facebook Mark Zuckerberg selalu menarik perhatian publik. Salah satu platform media sosial terbesar ini dapat dikatakan sukses sejak Zuckerberg membuat dan merilisnya. Kesuksesan Facebook ini juga membawa Mark Zuckerberg menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Baca Juga: 5 Miliarder Ini Tidak Wariskan Harta untuk Anaknya, Ada Bill Gates hingga Mark Zuckerberg

Walau demikian, kebanyakan orang pasti membutuhkan waktu untuk menjadi diri sendiri tanpa mengkhawatirkan ada yang menghakimi. Hal ini juga berlaku pada Zuckerberg, dia juga membutuhkan waktu untuk meluangkan waktu tanpa menjadi seorang CEO.

“Saya perlu waktu bersama keluarga dan teman-teman saya dan di mana saya bukan menjadi seorang ‘Mark Zuckerberg’, tetapi jadi diri sendiri,” ungkapnya pada sebuah postingan Facebook, demikian dilansir CNBC, Senin (13/1/2020).

Baca Juga: Pertama Kali, CEO Facebook Tak buat Resolusi Tahunannya di 2020

Setiap tahun, Zuckerberg mempunyai kebiasaan-kebiasaan positif, mulai dari belajar Mandarin, berlari sepanjang 365 mil. Dia juga sering membagikan tujuan pribadinya kepada jutaan pengikut Facebook miliknya. Tahun ini, Zuckerberg memiliki satu tujuan yang sangat penting yaitu mengembangkan komunitas kecil yang dibutuhkan di setiap lini kehidupan.

Zuckerberg juga menargetkan fasilitas Facebook untuk berfokus pada komunikasi yang lebih privasi. Pada Maret 2019, Zuckerberg menyampaikan adanya layanan ‘pesan pribadi’ dan ‘grup kecil’ adalah area komunikasi daring yang paling cepat berkembang.

“Semua orang di Facebook pastinya ingin berinteraksi secara pribadi, oleh karena itu, Facebook menghadirkan layanan sederhana yang berfokus pada layanan privasi di tiap akun,” tulisnya pada unggahan Facebook-nya.

Pada April lalu, Facebook mendesain ulang beranda miliknya dengan tujuan dapat mengakses grup lebih mudah. Hal ini akan mendorong orang-orang untuk mengirimkan pesan pribadi daripada mem-posting di beranda. Oktober 2019 lalu, Facebook juga meluncurkan layanan Threads dari Twitter, serta aplikasi pesan berisi foto dan video.

Walau mengagaskan layanan pesan pribadi yang privasi, Facebook pernah kecolongan data para pengguna akunya pada Maret 2018. Bahkan pada Juli 2019, Facebook pernah membayar denda sebesar USD5 miliar atau Rp67 miliar (Kurs Rp13.480/USD) kepada Komisi Perdagangan Federal karena kedapatan mengendalikan privasi informasi pribadi para penggunanya.

Zuckerberg juga memperkirakan, akan dibutuhkan lima tahun atau lebih untuk menciptakan "lingkungan sosial digital" yang benar-benar berkembang. Ada pula ilmu pengetahuan untuk mendukung ide-ide Zuckerberg, seperti studi menunjukkan bahwa memiliki dukungan sosial yang kuat akan mengurangi stres, menurunkan risiko terkena penyakit dan bahkan memungkinkan hidup lebih lama.

Namun, para peneliti masih memeriksa peran yang dimainkan Facebook dan jejaring sosial lainnya dalam membina hubungan dan kesejahteraan manusia. Sebagai contoh, sebuah studi tahun 2017 yang dilakukan oleh Facebook dan Carnegie Mellon University menunjukkan bahwa "aktif" menggunakan Facebook (mengirim pesan atau komentar di antara teman-teman) mengarah pada peningkatan kesejahteraan dibandingkan dengan "pasif" dalam bermain media sosial.

Ada juga sebuah studi 2018 menemukan bahwa efek negatif terkait dengan penggunaan Facebook melebihi dampak positif dari hubungan offline.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini