Utang Global Meroket 322% Tembus USD253 Triliun

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 15 20 2153234 utang-global-meroket-322-tembus-usd253-triliun-GoUlAh33rE.jpg Grafik Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Beban utang seluruh negara telah mencapai rekor baru sepanjang 2019. Menurut Institute of International Finance, rasio utang global yang terdiri dari pinjaman rumah tangga, pemerintah dan perusahaan tumbuh USD9 triliun hingga USD253 triliun selama 2019.

Baca Juga: OJK Waspadai Gejolak Ekonomi Global di Tahun Depan

Rasio utang terhadap PDB global itu meningkat 322% atau melampaui level tertinggi pada 2016. Penyebab membengkaknya utang dunia karena negara-negara seperti Selandia Baru, Swiss, dan Norwegia berutang lebih banyak daripada sebelumnya.

Sedangkan pada negara berkembang, tingkat utang lebih rendah sebesar USD72 triliun. Walau rasio utang di negara berkembang lebih rendah, tetapi peningkatan utang yang diajukan lebih cepat.

Utang besar di seluruh dunia ini adalah bentuk dari risiko nyata bagi ekonomi global. Insitute of Internasional Finance memprediksikan level utang akan meningkat lebih jauh di tahun 2020.

Baca Juga: BI: Ekonomi Global Cuma Tumbuh 3% di 2020 kalau Perang Dagang Berlanjut

“Didorong oleh suku bunga rendah dan kondisi keuangan yang tidak aman, kami memperkirakan, total utang global akan melebihi USD257 triliun," ungkap IIF.

Walaupun ada kondisi pinjaman yang menguntungkan, risikonya juga sangat tinggi. Dari USD19 triliun pinjaman dan obligasi yang akan jatuh tempo di 2020, tidak mungkin semua biaya ini akan dilunasi.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini