nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut Yakin Rupiah Bisa Tambah Kuat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 22:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 15 278 2153437 menko-luhut-yakin-rupiah-bisa-tambah-kuat-B7RH0guyLn.jpg Rupiah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, tren penguatan nilai tukar Rupiah akan terus berlanjut ke depannya. Seiring dengan upaya pemerintah mendorong kebijakan yang mempermudah masuknya investasi ke Indonesia.

Saat ini nilai kurs Rupiah terus bergerak dikisaranRp13.600 per USD. Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan di pasar spot, Rabu (15/1/2020), Rupiah bertahan di level Rp13.695 per USD, menguat 1,42% dibandingkan posisinya pada awal tahun ini.

Baca Juga: Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp13.695/USD

Menurut Luhut, jika beleid Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan Perpajakan berlaku, maka investasi akan semakin cepat mengalir ke Indonesia. Hal ini akan mendorong penguatan kembali nilai tukar Rupiah.

Selain itu, penguatan Rupiah juga akan terjadi saat komitmen investasi Uni Emirat Arab terealisasikan, termasuk soal investasi yang dialihkan ke pengelolaan dana abadi (Sovereign Wealth Fund).

Baca Juga: Komentar Sri Mulyani dan Gubernur BI soal Rupiah Perkasa di Awal Tahun

"Jadi pasti nanti tambah kuat lagi. Nanti lihat saat Middle East sudah masuk," ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Meski demikian, Luhut menekankan, bukan berarti Rupiah harus mengalami penguatan secara cepat. Menurutnya, penuratan Rupiah yang terlalu cepat malah akan berdampak buruk pada pengusaha.

Lantaran, pergerakkan rupiah yang berubah secara cepat dan signifikan bakal membuat sulit importir dan eksportir menentukan harga jual. Hal tersebut bisa berdampak sulitnya pengusaha membuat rencana bisnis, atau bahkan malah memilij untuk wait and see guna menunggu arah stabilisasi Rupiah.

Oleh sebab itu, Luhut juga memastikan, pemerintah akan berupaya menahan nilai tukar Rupiah agar tak terlalu cepat menguat guna stabilisasi tetap terjaga. "Kita harus tahan juga jangan terlalu cepat menguat, kalau cepat menguat nanti ekspor masalah," kata dia

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini