nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DI Yogyakarta Jadi Provinsi dengan Ketimpangan Penduduk Tertinggi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 10:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 16 20 2153566 di-yogyakarta-jadi-provinsi-dengan-ketimpangan-penduduk-tertinggi-GoJQ1IUphT.jpg Kemiskinan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan atau gini ratio antar penduduk Indonesia mengalami penurunan pada September 2019 menjadi 0,380. Gini ratio ini diukur berdasarkan pengeluaran penduduk Indonesia.

Angka tersebut tercatat menurun 0,002 poin jika dibandingkan dengan gini ratio pada Maret 2019 yang sebesar 0,382. Serta menurun 0,004 poin jika dibandingkan dengan gini ratio di September 2018 yang sebesar 0,384.

Baca Juga: BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak Ada di Pulau Jawa

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, DI Yogyakarta menjadi provinsi dengan gini ratio tertinggi yakni sebesar 0,481. Sedangkan yang terendah pada Provinsi Bangka Belitung dengan gini ratio 0,262.

"Terdapat 8 provinsi dengan gini ratio di atas rata-rata gini ratio Indonesia," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Selain DI Yogyakarta, provinsi lainnya yang juga memiliki gini ratio tinggi yakni Gorontalo sebesar 0,410, Jawa Barat sebesar 0,398, Sulawesi Tenggara sebesar 0,393, DKI Jakarta sebesar 0,391, Papua sebesar 0,391, Sulawesi Selatan sebesar 0,391 dan Papua Barat sebesar 0,381.

Potret Kemiskinan, Pemukiman Kumuh di Atas Rawa Sampah Plastik 

Lebih rinci, gini ratio di perkotaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,391, turun dibanding Maret 2019 yang sebesar 0,392. Namun, sama jika dibandingkan dengan September 2018 yang gini ratio-nya sebesar 0,391.

Sedangkan pada perdesaan, gini ratio di September 2019 tercatat sebesar 0,315 lebih rendah dibanding Maret 2019 yang sebesar 0,317, serta lebih rendah dari September 2018 yang sebesar 0,319. Suhariyanto menambahkan, selain gini ratio ukuran ketimpangan lainnya yang sering digunakan adalah pengeluaran pada kelompok 40% terbawah atau yang dikenal dengan ukuran Bank Dunia.

Berdasarkan ukuran tersebut, tingkat ketimpangan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu tingkat ketimpangan tinggi jika persentase pengeluaran kelompok 40%terbawah angkanya di bawah 12%, ketimpangan sedang jika angkanya berkisar antara 12%-17%, dan ketimpangan rendah jika angkanya berada di atas 17%.

Target Penurunan Angka Kemiskinan

Adapun pada September 2019 persentase pengeluaran pada kelompok 40% terbawah yakni sebesar 17,71%, yang berarti ada pada kategori ketimpangan rendah. Kondisi ini sama dengan Maret 2019 yang sebesar 17,71%, namun naik dari September 2018 yang sebesar 17,47%.

"Hal ini memberikan arti bahwa secara nasional telah terjadi perbaikan tingkat ketimpangan selama periode September 2018 sampai September 2019," kata Suhariyanto.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini