nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Derita Nasabah Jiwasraya, dari Terlilit Utang hingga Perceraian

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 13:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 16 320 2153679 derita-nasabah-jiwasraya-dari-terlilit-utang-hingga-perceraian-eAmAHSbq8p.jpg Jiwasraya (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menolak jika pembayaran polis dilakukan dengan cara nyicil atau pembayaran bertahap. Karena banyak sekali nasabah yang dirugikan akibat gagal bayar ini.

Baca Juga: Kasus Jiwasraya, Beberapa Nasabah Duitnya Nyangkut Sampai Rp30 Miliar

Koordinator Forum Komunikasi Nasabah Jiwasraya, Rudyantho mengatakan, beberapa nasabah ada yang terpakasa harus memberhentikan karyawannya karena kasus gagal bayar ini. Beberapa nasabah juga bahkan ada yang sampai harus meminjam uang dengan beban bunga yang lebih tinggi, sehingga para nasabah tidak akan terima jika pembayaran polis dilakukan secara nyicil

"Kita mana mau terima kalau kondisi seperti itu. Ada yang harus mem-PHK karyawan, ada. Yang harus minjem duit beban bunga lebih tinggi dari Jiwasraya, itu ada. Rumah tangga yang cerai berantakan ada," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (16/1/2020).

Baca Juga: Kasus Jiwasraya Rugikan 1.000 Nasabah Rp16 Trilun, Ada Mantan Bos Samsung

Rudy pun menyebut jika para nasabah sebenarnya sudah memberikan masukan kepada pemerintah. Misalnya dengan mewajibkan membeli kembali saham yang sempat dibeli oleh Jiwasraya sesuai dengan harga semula.

"Simpel ini uang kan dipake beli saham. Kalau terbukti melakukan kejahatan berarti sudah diniatkan kita mengupayakan pemerintah membeli kembali saat dia jual," jelasnya.

 Kementerian BUMN-Kemenkeu Godok Restrukturisasi Jiwasraya

Dirinya pun memberikan ilustrasi sedikit mengenai pembelian saham tersebut. Sebagai salah satu contohnya, misalkan Jiwasraya membeli saham suatu perusahaan dengan harga Rp1.000 maka perusahaan tersebut juga harus membeli kembali sahamnya dengan harga beli awal meskipun harga sahamnya sudah turun.

"Misalnya harga Rp1.000 sekarang Rp50 ya pemerintah suruh aja buat beli harga yang semula," kata Rudy

Sementara upaya-upaya pemerintah untuk menyelesaikan kasus gagal bayar ini, Rudy mengaku akan mendukung penuh. Asalkan apa yang dilakukan ini bersifat kongkrit dan jelas timelinenya.

Karena selama ini, pemerintah baru sebatas berjanji akan menyelesaikan masalah yang menjerat Jiwasraya ini. Namun, mengenai timeline penyelesaiannya, belum ada kepastian yang diberikan pemerintah.

"Sampai hari ini Jiwsaraya masih sebatas kata-kata aja. Cuma fix jadwalnya belum. Jadi masih sebatas penjelasan pemerintah mudah-mudahan bisa cepat penyelesaiannya. Berapa bulan dan tahunnya belum," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini