nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar Menguat Imbas Data Positif Ekonomi AS

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 09:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 17 278 2154091 dolar-menguat-imbas-data-positif-ekonomi-as-uw3idArdGa.jpeg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Indeks dolar Amerikas Serikat (USD) mengalami bangkit dari pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi). Penguatan ini terjadi setelah rilis data ekonomi AS yang positif.

Mengutip Reuters, Jumat (17/1/2020), indeks dolar bertahan terakhir 97,220, setelah jatuh ke 97.085 , yang merupakan yang terendah sejak 8 Januari. Franc Swiss terus menguat terhadap dolar, mencapai 0,961 semalam, level terkuat sejak September 2018.

Baca Juga: Dolar AS Bergerak 2 Arah, Ini Pemicunya

Nilai tukar dolar AS menguat 0,05% terhadap Euro menjadi USD1.1155 per USD. Sementara Dolar AS juga menguat 0,13% terhadap yen Jepang menjadi 110.0200 yen setelah sebelumnya nilai mata uang Jepang ini mencapai level terlemahnya sejak Mei di 109.8800 yen Jepang.

Sementara Poundsterling juga menguat 0,08% dan berhasil membalikkan kerugian sebelumnya menjadi 1.3046 per USD. Namun dolar AS keok terhadap Swiss Franc karena melemah 0,05% menjadi 0.9636 Swiss Franc.

Memang nilai tukar dolar mengalami penguatan pada penutupan perdagangan Kamis ini setelah adanya rilis data ekonomi. Hanya saja, angka penguatan ini masih relatif lebih rendah dibandingkan sesaat setelah kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China.

dolar

Departemen Perdagangan mengatakan pada hari Kamis penjualan ritel meningkat 0,3% bulan lalu. Data untuk November juga direvisi ke atas untuk menunjukkan penjualan ritel naik 0,3% bukannya naik 0,2%, seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Ukuran aktivitas manufaktur di Atlantik Tengah AS wilayah ini juga rebound pada Januari ke level tertinggi dalam delapan bulan, dan prospeknya adalah yang paling cerah dalam lebih dari satu tahun dan setengahnya, kata Federal Reserve Bank of Philadelphia.

Data lain menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lebih dari yang diperkirakan minggu lalu.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini