nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut Usul Tersangka Kasus Jiwasraya Dimiskinkan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 14:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 17 320 2154270 menko-luhut-usul-tersangka-kasus-jiwasraya-dimiskinkan-3xpHDvjsCm.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, dirinya mengusulkan tersangka dari kasus pengelolaan dana di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dimiskinkan. Hal ini untuk jadi hukum jera bagi para pelaku tindakan korupsi.

Kejaksaan Agung (Kejagung) diketahui telah menetapkan lima tersangka dari kasus Jiwasraya, yakni eks Dirut PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, serta Presdir PT TRAM Heru Hidayat.

Baca Juga: Pilih Jadi Menteri atau Pengusaha? Erick Thohir: Saya Pilih Jadi Pengusaha

"Kalau saya usul, bisa enggak dimiskinkan orang-orang itu (tersangka), biar kapok. Jangan hanya hukum penjara, misal penjara 5 tahun, tapi uangnya kan berbunga terus," kata dia dalam acara diskusi bersama media di kantornya, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Menurut Luhut, usul tersebut hanya berdasarkan sudut pandang dia sebagai warga negara. Lantaran, dia mengaku memang tak memahami perundang-undangan terkait penegakan hukum tindakan korupsi di perusahaan.

Luhut Binsar Panjaitan Tiba di Istana Negara 

"Jadi ini hanya pikiran saya sebagai warga negara," katanya.

Luhut menambahkan, pihaknya mendapatkan informasi jika pemerintah hampir merampungkan struktur yang tepat untuk penyelesaian tekanan likuiditas di Jiwasraya, yang membuat gagal bayar polis pada nasabah. Hal itu berdasarkan pembicaraannya dengan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo.

"Jiwasraya, kemarin saya di informasikan hampir ketemu strukturnya untuk selesaikan, memang ada langkah-langkah memang yang harus dilakukan," ujarnya.

Baca Juga: Salah Investasi, Skandal Jiwasraya yang Bikin Rugi Negara Rp13,7 Triliun

Sekedar diketahui, Jiwasraya mengalami tekanan likuiditas karena melakukan investasi pada sebagian besar saham dan reksa dana berkualitas buruk atau 'saham gorengan'. Dana investasi itu berasal penjualan produk asuransi JS Saving Plan.

BPK dan Kejagung menduga adanya keterlibatan antara manajemen Jiwasraya dengan pihak luar dalam permainan jual beli 'saham gorengan'. Alhasil, terjadi kerugian yang membuat likuiditas Jiwasraya tertekan hingga berakhir gagal bayar.

Kejagung mencatat ada potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun dari pengelolaan investasi yang buruk di Jiwasraya, berdasarkan perhitungan hingga Agustus 2019.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini