nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Bakal Dicabut? Ini Fakta-Faktanya

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 09:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 18 320 2154809 subsidi-gas-elpiji-3-kg-bakal-dicabut-ini-fakta-faktanya-iOWuujG1tQ.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Gas adalah salah satu benda yang harus dimiliki setiap rumah atau kediaman untuk mendukung kegiatan masak-memasak. Gas memang ukurannya bermacam-macam, ada yang berukuran 3 kilogram dengan warna hijau, gas berukuran 5,5 kilogram, dan gas berukuran 16 kilogram.

Khusus gas elpiji 3 kilogram, pemerintah akan merencanakan pengalihan subsidi. Subsidi ini nantinya hanya akan dikhususkan kepada keluarga yang tidak mampu saja. Oleh karena itu, jika diluar dari keluarga tidak mampu, pembelian gas elpiji 3 kilogram akan mengalami kenaikan. Melihat hal ini, Okezone akan merangkum fakta-fakta seputar rencana pemerintah mencabut subsidi gas melon, Jakarta, Minggu (19/1/2020):

1. Subsidi Bukan Dicabut, Tapi Dialihkan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan subsidi untuk tabung gas elpiji tiga kilogram masih diberikan. Hanya saja, skemanya berbeda.

"Enggak dicabut, dikasih langsung ke masyarakat yang berhak atau tepat sasaran hanya untuk orang miskin," kata Plt Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto saat dihubungi Okezone, Rabu (15/1/2020).

Sama halnya dengan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi. Dirinya juga menyarakan subsidi gas melon tidak dicabut, melainkan dialihkan kepada penerima secara langsung.

"Tidak benar. Jadi subsidi akan diarahkan ke penerima bukan komoditi," jelasnya.

2. Bertujuan Untuk Tepat Sasaran

Dengan adanya rencana pengalihan subsidi gas elpiji 3 kilogram, Pemerintah berharap dapat memberikan bantuannya ke orang yang bersangkutan.

Nantinya Pemerintah akan langsung mentarnsfer subsidi ke rekening si penerima bantuan. Alhasil, penerima bantuan itu bias langsung membeli gas elpiji 3 kilogram sesuai harga yang telah disubsidi.

"Uang subsidinya ditransfer langsung ke orang miskin tersebut. (penetapan harga tabung gas elpiji 3 kilogram) sama dengan elpiji 12 kg," papar Plt Direktur Jendaral Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto.

3. Penerima Subsidi Akan Didata

Guna mendapatkan sasaran yang tepat, Kementerian ESDM akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendata orang-orang miskin yang berhak dan masih mendapatkan subsidi gas melon itu.

"Ini kebijakan teknologinya masih dibicarakan, kerjasama dengan Kemensos. Misalnya digandeng dengan BPJS," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (16/1/2020).

Mengenai orang-orang yang berhak menerima bantuan tersebut, Kementerian ESDM akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Misalnya koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Kementerian Sosial.

"Kan katanya data orang miskin (penerima bantuan subsidi)nya sudah punya," kata Plt Direktur Jendaral Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto.

4. Diperkirakan Naik Jadi Rp35.000

Harga gas elpiji 3 kilogram pada umumnya sekarang berkisar pada Rp21.000 hingga Rp24.000. Jika subsidi gas melon itu dicabut, harganya bisa berkisar sampai Rp35.000.

Okezone mencoba untuk menghitung-hitung kisaran harga tabung gas elpiji berdasarkan harga per kilogram yang dijual. saat ini harga tabung gas elpiji 12 Kilogram sekitar Rp141.000 per tabung.

Artinya, setiap kilogramnya harga jualnya adalah Rp11.750. Jika mengacu pada data tersebut artinya harga tabung gas elpiji 3 kilogram akan dijual sekitar Rp35.250 hasil dari Rp11.750 dikalikan 3 kilogram.

Sehingga terdapat kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan harga sebelumnya. Saat ini harga tabung gas elpiji ini berada di kisaran Rp20.000-Rp21.000 per 3 kilogram.

5. Ditargetkan Berjalan Pertengahan Tahun 2020

Pemerintah juga sudah menargetkan skema pendistribusian gas elpiji 3 kilogram yang subsidinya dialihkan. Sistem ini diharapkan sudah berjalan pada pertengahan tahun 2020 mendatang.

Pemerintah Indonesia juga sudah mengajukan sistem pengalihan distribusi gas melon kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan saran itu juga telah disetujui.

“Kita sudah melakukan persiapan bagaimana cara memberi (subsidi) langsungnya kepada masyarakat. Mudah-mudahan tahun ini juga, sekitar pertengahan tahun bisa kita laksanakan karena uji cobanya sudah dilaksanakan di berbagai tempat,” imbuh Plt Direktur Jendaral Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto seperti dikutip laman Ditjen Migas, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

6. Langkah-Langkah Penyaluran Subsidi Gas Elpiji 3 Kg

Kementerian ESDM sudah merencanakan langkah-langkah untuk menyalurkan gas melon agar tepat sasaran. Nantinya para penerima bantuan akan menggunakan barcode. Penggunaan ini juga akan memudahkan pemerintah dalam memantai konsumsi masyarakat kurang mampu terhadap LPG 3 kg.

“Dengan barcode nanti bisa dicek juga (jumlah pembeliannya) karena rata-rata masyarakat miskin kebutuhannya 3 tabung per bulan. Kalau berdasarkan barcode membeli 5 tabung, ini yang beli orang miskin atau bukan. Dari situ kita bisa lihat mana yang pembelinya berhak atau tidak,” papar Djoko.

7. Ada Tiga Kriteria Penerima Bantuan

Adapun masyarakat yang masih berhak mendapatkan subsidi gas elpiji 3 kilogram, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) telah memiliki data berdasarkan tiga kriteria yang jumlahnya 15 juta hingga 25 juta keluarga. “Jadi tergantung Pemerintah mau pakai kriteria yang mana. Datanya sudah ada,” ungkapnya.

8. YLKI Mendukung Rencana Pengalihan Subsidi

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyatakan dukungan atas rencana yang akan dilakukan pemerintah. Hal ini untuk memastikan agar subsidi tabung gas elpiji ini bisa tepat sasaran diterima oleh masyarakat yang kurang mampu.

Menurutnya, penerima tabung gas elpiji harus benar-benar didapatkan oleh masyakarat miskin. "Wacana TNP2K (Tim Nasional Penanggulangan dan Pengentasan Kemiskinan) untuk menjadikan distribusi gas elpiji 3 kg, alias gas melon bersifat tertutup, bisa dimengerti," katanya kepada Okezone, Jumat (17/1/2020).

Ketua YLKI itu juga menyarankan kepada pemerintah untuk lebih ketat dalam mengawasi para penerima subsidi gas melon. "Wacana kebijakan ini yang patut dikritisi adalah model pendataan terhadap kelompok penerima subsidi langsung yang dianggap rumah tangga miskin," tambahnya.

9. Komentar Agen Gas Elpiji

Respons masyarakat khususnya agen gas elpiji mengenai rencana pengalihan subsidi gas elpiji 3 kilogram menuai protes. Karena berakibatb pada naiknya harga gas melon yang cukup signifikan.

Bahkan ada agen gas elpiji yang mengaku belum mengetahui skma pendistribusian gas melon itu. "Wah kalau itu belum tahu," ungkap Pak Didi, salah satu agen gas elpiji di kawasan Bintara Raya, Bekasi Barat, Bekasi, Jumat (17/1/2020).

Sama halnya dengan Sutarno yang tidak tahu sama sekali mengenai rencana pemerintah itu. Dia baru mengetahuinya saat diwawancarai Okezone.

"Emangnya mau naik? Bisa sampai Rp35 ribu? Enggak tahu tuh saya," aku Sutarno.

Dia menilai jika gas melon akan mengalami kenaikan, harganya jangan terlalu tinggi. "Kalau naik sampai Rp35.000 kemahalan. Kalau harganya dinaikkan bisa lah Rp2.000 atau Rp3.000 saja, kenaikan segitu saja sudah sulit.”

Didi juga demikian. Dirinya yakin masyarakat akan kecewa saat mendengar adanya kenaikan gas elpiji 3 kilogram.

"Tapi kalau pemerintah kasih tahu alasan dan kejelasan di balik naiknya gas 3 kg mungkin enggak masalah. Pemerintah harus transparan. Kalau dijelaskan mungkin masyarakat akan mengerti," imbuh Didi saat ditanya setuju atau tidak mengenai pencabutan subsidi.

Sutarno pun menyatakan adanya peluang pengurangan jumlah pembeli jika gas elpiji 3 kilogram mengalami kenaikan. "Kalau kurang ya pasti, tapi mau gimana lagi, pasrah," ucap Sutarno.

(Baca Juga: Harga Gas Elpiji 3 Kg Akan Naik, Skema Penyaluran Subsidi Masih Digodok)

(kmj)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini