nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Bos Instagram Hapus Jumlah Likes

Irene, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 15:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 20 320 2155516 alasan-bos-instagram-hapus-jumlah-likes-s4aRj5Un85.jpg Instagram (Foto: Hypebeast)

JAKARTA - CEO Instagram Adam Mosseri mengatakan idenya melakukan proyek penghapusan jumlah likes atau suka di Instagram berasal dari sebuah episode dari Netflix berjudul Black Mirror. Proyek ini disebutnya sebagai Project Daisy.

Dalam melakukan proyek penghapusannya, CEO berusia 36 tahun ini kemungkinan dipengaruhi oleh film seri berjudul Nosedive yang tayang di musim ketiganya di Netflix. Nosedive sendiri mulai tayang di tahun 2016 dan dibintangi Bryce Dallas Howard.

Nosedive bercerita tentang kehidupan di mana orang menilai satu sama lain berdasarkan skala satu hingga lima melalui interaksinya satu dengan yang lain. Sistem peringkat ini kemudian mempengaruhi cara orang diperlakukan di masyarakatnya, dan telah digambarkan sebagai komentar tentang pengaruh media sosial. Lacie Pound, karakter Bryce dalam film ini diceritakan menghabiskan sebagian besar waktunya terobsesi dengan peringkat, dan terus berusaha meningkatkan skornya untuk mendapatkan lebih banyak peluang di dunia nyata.

Baca Juga: Sekarang, DM Instagram Bisa Dilakukan di PC

Melansir Business Insider, tindakan reformasi Instagram ini, diutarakan Adam juga didasarkan dari pengalamannya di Facebook yang mengharuskannya mengawasi umpan berita di media sosial berlambang 'F' itu. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kritik karena prevalensi berita palsu dan konten berbahaya yang terus tersebar di dalamnya.

“Kita seharusnya mulai berpikir lebih proaktif tentang bagaimana Instagram dan Facebook dapat disalahgunakan dan mengurangi risiko-risiko itu, kami sedang mengejar ketinggalan,” ujar Adam Mosseri dalam keterangannya kepada The New York Times, dikutip Okezone, Senin (20/1/2020)

Sementara itu, para pengguna Instagram akan tetap bisa melihat jumlah likes atau suka pada unggahan mereka sendiri, namun tidak akan bisa melihat jumlah likes pada unggahan orang lain. Untuk tujuan kesehatan mental, Instagram mulai menguji fitur ini sejak Juni 2019 di tujuh negara Australia, Brazil, Kanada, Irlandia, Italia, Jepang dan Selandia Baru.

Baca Juga: Infografis Remaja 17 Tahun tentang Normalisasi dan Naturalisasi Ini Bikin Netizen Berdecak Kagum

"Kami akan membuat keputusan yang merugikan bisnis jika mereka membantu kesejahteraan dan kesehatan orang," kata Adam.

Dalam sebuah laporan juga menjelaskan perusahaan masih menentukan apakah akan menampilkan ambang likes (seperti ribuan atau jutaan suka) atau akan memberikan cara bagi pengguna untuk menentukan jumlah suka pada foto atau video melalui metode lain.

Adam Mosseri juga memandang langkah ini sebagai salah satu arah yang tepat untuk mengurangi hal negatif dari media sosial, pengguna Instagram, khususnya influencer yang menggunakan platform ini untuk mencari nafkah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini