nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Chevron Rugi Rp23 Miliar Gara-Gara Kasus Pencurian Minyak di 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 20:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 20 320 2155728 chevron-rugi-rp23-miliar-gara-gara-kasus-pencurian-minyak-di-2019-AvPoCr2hof.jpg Kilang Minyak (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT Chevron Pacific Indonesia mencatatkan terjadi 72 kasus pencurian minyak atau illegal taping sepanjang tahun 2019. Persoalan itu menimbulkan kerugian sebesar Rp23 miliar bagi perusahaan.

Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak menjelaskan, dari total 72 kasus pencurian yang terjadi di Blok Rokhan tersebut, sebanyak 55 kasus berhasil digagalkan oleh pihaknya dengan menggandeng Kepolisian Daerah Riau.

Baca Juga: Chevron Jadi Perusahaan Migas dengan Limbah Terbanyak

"Total kerugian 2019 perkiraan kita Rp23 miliar berupa minyak yang dicuri," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Kerugian itu di antaranya berasal dari hitungan dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki pipa rusak akibat dibolongi oleh pelaku pencurian. Di samping itu, beberapa pencurian juga membuat terjadinya tumpahan minyak.

Albert menyatakan, modus pencurian minyak kini semakin berkembang. Bahkan, pelaku pencurian rela membangun terowongan untuk mencuri minyak melalui pipa distribusi CPI.

kilang

"Contoh di 2019 ada yang membangun tunnel sepanjang 100 meter, itu hampir susah mendeteksinya. Polisi punya kemampuan mendeteksi itu," kata dia.

Untuk mengatasi pencurian minyak tersebut, perusahaan terus memperkuat kerja sama dengan Kepolisian Daerah Riau. Perusahaan juga sedang menggodok kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

"Untuk memperkuat, polisi juga akan bersama Mabes TNI AD," ujar dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini