Hengkang 2021, Chevron Hentikan Pengeboran di Blok Rokan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 20 320 2155743 jelang-hengkang-di-2021-chevron-hentikan-pengeboran-di-blok-rokan-krzcGGeUPw.jpg Kilang Minyak (Reuters)

JAKARTA - PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) telah berhenti melakukan pengeboran sumur-sumur eksploitasi sepanjang tahun 2019 di blok Rokan. Kontrak perusahaan migas asal Amerika Serikat ini bakal berakhir pada 8 Agustus 2021.

Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak mengungkapkan, perusahaan sudah tak lagi melakukan pengeboran sumur di Rokan pada tahun 2018. Lantaran dianggap sudah tak lagi ekonomis.

"Saat ini kami sudah nggak ekonomis untuk bor sumur, terakhir kami bor 2018, 89 sumur," katanya rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Baca Juga: Chevron Jadi Perusahaan Migas dengan Limbah Terbanyak

Meski demikian pengeboran dihentikan, namun produksi minyak pada tahun lalu mencapai 190 ribu barel per hari (bph). Angka tersebut mampu melebihi target Work Plan and Budget (WPNB) yang disepakati bersama SKK Migas sebesar 185 ribu bph.

Menurut Albert, target dapat terpenuhi karena perusahaan melakukan tindakan lain yakni workover menggunakan teknologi digital dengan memilih kandidat-kandidat sumur potensial yang dikerjakan dan meminimalisir downtime. Dengan demikian, produksi di blok Rokan tetap bisa optimal.

"Kami sangat bersyukur pendekatan yang dilakukan Alhamdulillah mampu melampaui rencana yang disetujui yakni 102,5% dari WPNB," katanya.

kilang

Adapun pada tahun 2020, target produksi mencapai produksi 161 ribu bph berdasarkan WPNB. Namun, per 16 Januari 2020 rata-rata produksinya sudah mencapai 185,6 ribu bph.

Albert menambahkan, untuk bagi hasil ke pemerintah selama tahun lalu tercatat mencapai USD2,54 miliar. Sedangkan untuk bagian kontraktor sedikit di bawah USD250 juta.

"Jadi 91% yang kami hasilkan diserahkan pada pemerintah. Kami pahami Blok Rokan sangat penting, enggak hanya dari sisi produksi tapi penghasilan untuk pemerintah," ujar dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini