Melebarnya Kesenjangan Pendapatan Kikis Kepercayaan Akan Kapitalisme

Selasa 21 Januari 2020 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 21 320 2156119 melebarnya-kesenjangan-pendapatan-kikis-kepercayaan-akan-kapitalisme-E8uwwj2Ybw.jpg Kesenjangan (Okezone)

JAKARTA - Kesenjangan pendapatan yang makin melebar mengikis kepercayaan kepada kapitalisme di seluruh dunia. Pasalnya, kapitalisme lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.

Hal itu tergambar dalam hasil survei yang dilakukan perusahaan hubungan masyarakat, Edelman menjelang pertemuan para elit ekonomi di resor ski Davos di Swiss.

 Baca juga: Utang Global Meroket 322% Tembus USD253 Triliun

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Selasa (21/1/2020) itu, 56% dari yang di survei beranggapan kapitalisme lebih banyak merugikan daripada menguntungkan, meskipun tahun lalu pertumbuhan ekonomi solid dan lapangan kerja hampir terpenuhi di banyak negara maju. Temuan yang kontras itu bisa menyebabkan kegemparan di kalangan eksekutif bisnis dan pemimpin politik menjelang pertemuan tahunan mereka pada Forum Ekonomi Dunia (WEF).

Sebagaimana dilaporkan, perusahaan Edelman telah melakukan survei kepercayaan selama 20 tahun. Meskipun kaitan antara pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan terhadap sistem kapitalisme masih tetap ada, di kawasan berkembang seperti Timur Tengah dan Asia, survei itu mendapati meningkatnya kesenjangan pendapatan di banyak negara kaya, telah berkontribusi pada melemahnya kepercayaan terhadap kapitalisme.

 Baca juga: OJK Waspadai Gejolak Ekonomi Global di Tahun Depan

"Ketakutan mengalahkan harapan," kata Edelman.

"Orang-orang di negara-negara maju sebelumnya beranggapan jika bekerja keras, maka akan mencapai tingkat berikutnya pada generasi berikutnya. Anggapan itu sekarang tidak benar," tambahnya.

 Baca juga: Ketidakpastian Ekonomi Global, Sri Mulyani: Berharap Lalu Kecewa

Edelman mengatakan, korupsi, perilaku buruk perusahaan besar, dan berita palsu mengikis kepercayaan. Demikian pula kekhawatiran akan otomatisasi di tempat kerja, kurangnya pelatihan, imigrasi, dan kesempatan ekonomi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini