nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Minta Harga Gas Industri Diturunkan, PGN Buka Opsi Impor

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 20:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 21 320 2156275 jokowi-minta-harga-gas-industri-diturunkan-pgn-buka-opsi-impor-rGrPGlJo7n.jpg Pipa Gas PGN (Foto: Okezone.com/Feby)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) untuk menurunkan harga gas industri sesuai aturan. Di mana ada tiga opsi yang ditawarkan Jokowi untuk menurunkan harga gas.

Seperti diketahui, pelaku industri mengeluhkan harga gas yang tinggi, jauh dari Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 yang ditetapkan USD6 per mmbtu. Seiring hal itu Presiden Jokowi pun geram.

Baca Juga: Sederet Pemicu Mahalnya Harga Gas Industri, dari Ongkos Transportasi hingga Margin!

Merespons hal itu, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menyetujui opsi Presiden Jokowi terkait penetapan harga gas industri.

"Tiga hal yang disampaikan Presiden Jokowi pada prinsipanya kami dukung," ujar dia di kantornya, Selasa (21/1/2020).

Dirinya pun menjabarkan, opsi pertama mengenai pengurangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tergantung akan kebijakan Pemerintah dan SKK Migas. Pihaknya saat ini sedang berdiskusi dengan Kementerian ESDM untuk upaya agar bisa mencapai harga ke industri menjadi USD6 per mmbtu.

Baca Juga: Menteri ESDM Pilih Terapkan Aturan DMO Baru untuk Turunkan Harga Gas

Kedua, lanjut dia, adalah Domestic Market Obligation (DMO), lanjutnya, pihaknya sangat membutuhkan alokasi khusus untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri khususnya di sektor industri.

“Kami sudah hitung untuk industri yang perlu dapat insentif sesuai Perpres 40 ini sebanyak 320 mmfscd adalah kebutuhannya, harapan bisa dipenuhi dari pembelian alokasi khusus DMO," ungkap dia.

PGN pun sudah memperhitungkan akan kebutuhan gas yang diperlukan yang bisa dipenuhi dengan harga gas khusus. Harapannya bisa dipenuhi dari DMO gas dengan harga khusus.

"Jadi, harapannya bisa diterima di industri dengan daya beli dari pada kemampuan mereka untuk bayar supply gas yang dimaksud," kata dia.

Opsi ketiga mengenai impor, lanjutnya, saat ini sebagai opsi dan balancing apabila diperlukan harga yang jauh lebih kompetitif. Serta, bisa diperoleh dari sources LNG ke depan.

"Kami akan tetap buka peluang dan kesempatan apabila memungkinkan lakukan impor dalam rangka berikan harga khusus untuk sektor industri tertentu," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta laporan mengenai pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi, apakah ada kendala-kendala di lapangan terutama di tujuh bidang industri yang telah ditetapkan sebagai pengguna penurunan harga gas yang diinginkan pemerintah.

Menurut Presiden Jokowi, mungkin ada tiga hal yang bisa dilakukan. Pertama, jatah pemerintah USD2,2 per MMBtu, kalau ini dikurangi atau bahkan dihilangkan, maka akan bisa lebih murah. Tapi ia mengingatkan, agar hal ini ditanyakan juga Menteri Keuangan.

Yang kedua, DMO (Domestic Market Obligation) diberlakukan, sehingga bisa diberikan kepada industri. Yang ketiga, lanjut Presiden, bebas impor untuk industri. Presiden mengeluhkan karena sejak 2016 harga gas industri ini tidak beres-beres, sehingga harus dicari terobosan.

“Ya tiga itu pilihannya,” ucap Presiden seraya menambahkan, kalau tidak segera diputuskan akan begini terus. Ia mengingatkan, pilihannya hanya dua, melindungi industri atau melindungi pemain gas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini