BI hingga Kemenkeu Sebut Stabilitas Keuangan Indonesia Terkendali di Kuartal IV-2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 20 2156478 bi-hingga-kemenkeu-sebut-stabilitas-keuangan-indonesia-terkendali-di-kuartal-iv-2019-1G5FRkIo8T.jpg Komite Stabilitas Sistem Keuangan Menyampaikan Hasil Kuartal IV-2019. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyebut stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terkendali pada kuartal IV-2019. Hal itu berdasarkan hasil rapat berkala yang dilakukan KSSK pada Senin, 20 Januari 2020.

Komite ini diketuai Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan terdiri dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.

Baca Juga: IMF Sebut Ekonomi Indonesia 2020 Masih Terbebani Lesunya Ekspor

"Kami menyimpulkan tetap terkendali di tengah ketidakpastian perekonomian global yang menurun serta sorotan masyarakat terhadap permasalahan pada beberapa lembaga jasa keuangan." ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Di global ada sejumlah perkembangan positif terkait kemajuan perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Meskipun kelanjutan proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan beberapa risiko geopolitik global masih perlu menjadi perhatian.

Baca Juga: Stabilitas Keuangan Indonesia Terjaga di Tengah Perbaikan Ekonomi Global

Ketidakpastian yang mereda di kuartal-IV 2019 juga berdampak pada menurunnya risiko di pasar keuangan global dan mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari sisi domestik, perekonomian Indonesia dinilai tetap berdaya tahan, ditandai dengan terjaganya pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi khususnya, di sektor bangunan.

"Ekspor mulai meningkat meskipun kinerja investasi non-bangunan masih perlu menjadi perhatian," katanya.

Sri Mulyani meyakini neraca pembayaran Indonesia secara keseluruhan 2019 diperkirakan surplus karena dipengaruhi aliran masuk modal asing yang besar dan defisit transaksi berjalan yang menurun.

Nilai tukar Rupiah juga mengalami penguatan didorong oleh berlanjutnya aliran masuk modal asing, bekerjanya mekanisme pasar, dan meningkatnya kepercayaan para investor. Begitu pula dengan inflasi, tetap terkendali di dalam kisaran target.

"Pada sektor jasa keuangan, stabilitas tetap terjaga. Terkait permasalahan pada beberapa lembaga jasa keuangan, langkah-langkah penanganan secara terkoordinasi dan komprehensif terus dilakukan," kata dia.

Sri Mulyani menekankan, KSSK tetap mewaspadai potensi risiko yang berasal dari perekonomian global maupun dalam negeri dengan meningkatkan koordinasi kebijakan. Ini untuk mempertahankan stabilitas sistem keuangan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini