nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Bakal Salurkan KUR Rp325 Triliun hingga 2024

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 12:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 22 320 2156560 jokowi-bakal-salurkan-kur-rp325-triliun-hingga-2024-BmgqgCh2Kv.jpg Jokowi (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp325 triliun untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama 5 tahun ke depan. Angka ini sebenarnya masih di bawah dari realisasi penyaluran KUR sejak Agustus 2015 hingga 31 Desember yang mencapai Rp472,8 triliun

Sementara itu, khusus tahun 2020 ini, pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp190 triliun. Angka ini mengalami kenaikan 36% dibandingkan tahun 2019 yang hanya Rp140 triliun.

 Baca juga: Penerima KUR Didominasi Pelaku UMKM Baru

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan peran Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi signifikan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi saat ini ketidakpastian global masih terus menghantui perekonomian negara-negara di dunia.

Oleh karena itu, kebijakan pengembangan UMKM diperlukan guna mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berbasis ekonomi pasar yang adil. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan kredit agar para pelaku UMKM bisa berkembang.

 Baca juga: Bunga KUR Turun Jadi 6%, UMKM Boleh Pinjam hingga Rp50 Juta

“Kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi, 60 persen PDB kita disumbangkan oleh UMKM. Jadi kalau mau pertumbuhannya tinggi, basisnya harus kita dorong tinggi,” ujarnya mengutip dari halaman setkab, di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Nantinya lanjut Iskandar, peningkatan target penyaluran KUR ini diikuti dengan relaksasi kebijakan. Misalnya saja kebijakan peningkatan maksimum plafon KUR mikro dan peningkatan akumulasi plafon KUR Mikro.

 Baca juga: UMKM di Kawasan Pariwisata Bisa Ajukan KUR Rp500 Juta

Pada tahun ini saja, pemerintah akan menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 6% dari sebelumnya 7%. Penurunan ini mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.

Dengan bunga KUR yang turun, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga bisa mendapatkan pinjaman lebih besar. Semula maksimum yang bisa didapat adalah Rp25 juta, namun saat ini ditingkatkan menjadi Rp50 juta per debitur.

Sementara untuk sektor perdagangan juga mengalami peningkatan dari sebelumnya. Saat ini akumulasi platfom mikro sektor perdagangan bisa mendapatkan pinjaman maksimal Rp200 juta dari sebelumnya yang hanya Rp100 juta.

"Maksimum plafon KUR mikro semula Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur. Untuk akumulasi plafon KUR Mikro sektor perdagangan juga meningkat dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta. Perubahan kebijakan KUR ini telah berlaku sejak 2 Januari 2020,” kata Iskandar.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini