nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Garuda Punya Dirut Baru, Ini Harapan Ombudsman

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 15:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 22 320 2156691 garuda-punya-dirut-baru-ini-harapan-ombudsman-2w4H8ZSZA7.jpeg RUPSLB Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA – Irfan Setiaputra ditunjuk sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Ombudsman pun menjabarkan beberapa harapan atau Pekerjaan Rumah (PR) kepada Dirut dan Jajaran Direksi Garuda Indonesia yang baru.

“PR untuk Direksi baru ada beberapa yang perlu menjadi perhatian. Pertama dari data yang saya punya, ada utang Garuda yang jatuh tempo pada Mei ini jumlahnya lumayan USD500 juta. Itu saya yakin tidak akan dibayar dengan modal atau hasil bisnis, pasti dibayar dengan utang lagi. Nah utang baru ini nantinya harus lebih murah daripada utang lama. Kalau tidak seperti itu buat apa” papar Anggota Ombudsman Alvin Lie Ling Piao, di Kantor Ombudsman, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Baca Juga: PR Berat Irfan Setiaputra-Triawan Munaf Jadi Bos Baru Garuda

Harapan kedua untuk Direksi Garuda yang baru dari Ombudsman ialah memperkuat rasa kebersamaan di Garuda. Dalam Garuda ini masih terkotak-kotak, karyawannya ribuan belum berhasil untuk semuanya berasal dari Garuda. Ada yang merasa lebih Garuda daripada yang lain, hubungan kerja ini tidak sehat.

“Ketiga, walaupun Garuda ini adalah BUMN. Sebisa mungkin jauhkan dari campur tangan politik. Murni melaksanakan tugas-tugas yang diembankan oleh negara, bukan oleh menteri atau pejabat lainnya,” Sambung Alvin.

Baca Juga: Irfan Setiaputra Dirut Garuda Indonesia, Triawan Munaf Komut

Terakhir Alvin juga mengharapkan, sebagian pesawat Garuda sedikitnya puluhan, Boeing 737-800 yang dioperasikan, usianya sudah tua anatara 8 hingga 10 tahun. Dari aspek keselamatan tidak masalah, tapi dari aspek efisiensi dan daya tarik kepada penumpang ini sudah menurun.

“Garuda dituntut untuk melakukan peremajaan armadanya, apakah nantinya akan Boeing lagi atau Airbus atau yang lainnya, itu terserah. Tapi ini bukan barang murah. Karena satu pesawat sekelas Boeing 737-800 sekitar USD80 juta. Kalau ada 50 pesawat, sudah lumayan kan?” pungkasnya.

Dia juga menjelaskan PR Garuda yang terberat ialah menurunkan biaya operasi lebih efisien tanpa mengabaikan strategi pemasaran yaitu pelayanan yang baik serta meningkatkan penghasilan maskapai berplat merah itu.

Baca Juga: Irfan Setiaputra Dirut Garuda Indonesia, Triawan Munaf Komut

“Yang saya harapkan ialah meningkatkan penghasilan dari rute internasional. Garuda ini jangan hanya jadi jagoan di dalam negeri saja, perkuat rute internasionalnya. Tidak harus mengoperasikan pesawat sendiri, tapi bisa juga bekerja sama dengan Airlines lain seperti yang tergabung pada skyteam ini. Dengan demikian, walaupun yang mengangkut Airlines lain, Garuda tetap mendapatkan penghasilan,” tandas Alvin.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini