nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Tetap Menguat di Tengah Merebaknya Virus Korona

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 07:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 23 278 2156961 wall-street-tetap-menguat-di-tengah-merebaknya-virus-korona-yON9nWqSWw.jpg Wall Street Menguat (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup rebound pada perdagangan Rabu ditopang menguatnya pendapatan perusahaan raksasa digital, International Business Machines (IBM). Hal tersebut pun menarik investor kembali ke pasar saham, meski tetap waspada terhadap wabah virus korona di China.

Selain itu, Wall Street menguat karena saham-saham teknologi naik dibanding rata-rata saham utama AS. Dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat sehari setelah kekhawatiran virus mendorong aksi jual.

Baca Juga: Wall Street Tertekan Wabah Virus Korona dan Penurunan Prediksi Ekonomi Dunia oleh IMF

Dow Jones Industrial Average naik 59,26 poin atau 0,2% menjadi 29.255,3. Kemudian S&P 500 naik 9,61 poin atau 0,29% menjadi 3,330,4 dan Nasdaq Composite menambahkan 48,12 poin, atau 0,51% menjadi 9.418,93.

"Naik dan turunnya pasar saham penilaian jangka pendek. Jadi investor harus tetap berhati-hati karena masalah harga," ujar kata Managing sebuah perusahaan manajemen kekayaan Lenox, Matthew Keator, dilansir dari Reuters, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Baru

IBM membukukan pertumbuhan pendapatan kuartalan secara mengejutkan dan memperkirakan laba setahun lebih tinggi dari perkiraan. Sahamnya naik 3,2% dan memberikan sentimen positif bagi saham blue-chip pada indeks Dow. Saham lain yang mengalami penguatan seperti Philadelphia SE Semiconductor naik 1,0%.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, tujuh diperdagangkan di wilayah positif seperti Tech naik paling tinggi, sementara saham perusahaan energi mengalami penurunan terbesar. Kemudian, di tengah pelaporan laba kuartal, 58 perusahaan di S&P 500 melaporkan, 67,2% di antaranya telah mengalahkan ekspektasi analis.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini