JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan pembangunan 16 Rumah Susun (Rusun) di Provinsi Jawa Tengah. Rusun dibangun untuk santri, mahasiswa dan aparatur sipil negara (ASN).
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan pembangunan Rusun merupakan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki rumah layak huni. “Program pembangunan Rusun tetap dilanjutkan bagi MBR, ASN, mahasiswa dan santri,” kata Khalawi dilansir dari laman Kementerian PUPR, Jumat (24/1/2020).
Baca Juga: Mulai 1 Agustus, 939 Pedagang Tempati Rusunawa Pasar Rumput
Pada tahun 2015 – 2018, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan telah membangun Rusun sejumlah 728 tower dengan total 44.893 unit. Untuk tahun 2019 diselesaikan pembangunan 137 tower atau 6.873 unit Rusun, sehingga total rumah susun yang terbangun pada tahun 2015 – 2019 sejumlah 865 tower atau 51.766 unit. Di Provinsi Jawa Tengah, pada 2019 Kementerian PUPR telah meresmikan tujuh rusun sewa (rusunawa) yang diperuntukkan bagi MBR maupun pelajar/mahasiswa.
Di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017-2019 telah dibangun sebanyak 16 Rusun yang terdiri dari 8 Rusun Santri Pondok Pesantren, 3 Rusun Mahasiswa, 1 Rusun ASN/Polri, dan 4 Rusun untuk MBR. Seluruh Rusun yang dibangun telah dilengkapi fasilitas dasar yakni jaringan air bersih, sanitasi dan listrik. Selain itu setiap kamar juga telah dilengkapi dengan meubelair.