Ekspor CPO Februari Kena Bea Keluar USD18/Mt

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 320 2160050 ekspor-cpo-februari-kena-bea-keluar-usd18-mt-26zxNpbT98.jpg Ekspor CPO (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menetapkan bea keluar minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sebesar USD18 metrik ton (mt) pada Februari 2020. Hal ini menyusul harga referensi produk CPO baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan untuk Februari 2020 yakni sebesar USD839,69 per mt atau naik 15,07% dari periode Januari 2020 yang hanya sebesar USD729,72 mt.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 01 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar

Baca Juga: RI Geber Ekspor Minyak Sawit dan Batu Bara ke India

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, jika melihat dari aturan tersebut, maka produk CPO akan dikenakan bea keluar. Sebab, harga acuan CPO melebihi standar referensi USD750 per mt.

“Saat ini harga referensi CPO berada pada level di atas USD750 per mt. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD18 per mt untuk periode Februari 2020,” ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Rabu (29/1/2020).

Baca Juga: Pemerintah Hentikan Sementara Pungutan Ekspor CPO, Ini Alasannya

BK CPO untuk Februari 2020 tercantum pada Kolom 3 Lampiran II Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.010/2017 sebesar USD 18 per mt. Nilai tersebut meningkat dari BK CPO bulan sebelumnya periode Desember 2019 sebesar USD0 per mt.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Februari 2020 ditetapkan sebesar USD 2.544,43 per mt. Angka ini turun 1,06% atau USD 27,21 dari bulan sebelumnya yaitu sebesar USD 2.571,64 per mt.

Hal ini berdampak pada penurunan HPE biji kakao pada Februari 2020 menjadi USD2.256 per mt, turun 1,1 persen atau USD 26 dari periode sebelumnya yaitu sebesar USD2.282 per mt.

Penurunan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan menguatnya harga internasional. Penurunan ini tidak berdampak pada BK biji kakao yang tetap 5 persen. Hal tersebut tercantum pada kolom 2 Lampiran II Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.010/2017.

Sedangkan untuk HPE dan BK komoditas produk kayu dan produk kulit tidak ada perubahan dari periode bulan sebelumnya. BK produk kayu dan produk kulit tercantum pada Lampiran II Huruf A Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.010/2017.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini