Share

OJK Susun Arah Baru Roadmap Keuangan Berkelanjutan

Vania Halim, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 320 2160829 ojk-susun-arah-baru-roadmap-keuangan-berkelanjutan-haAQPncVjK.jpg keuangan (Shutterstock)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan roadmap keuangan berkelanjutan. Pasalnya, OJK sedang menyusun arah baru untuk tahap dua dari Roadmap Keuangan Berkelanjutan.

Sebelumnya, pada Juli 2017, OJK juga telah mengeluarkan Kebijakan Holistik Keuangan Berkelanjutan, dengan tujuan untuk "menghijaukan" seluruh sistem keuangan. Hal ini mencakup definisi keuangan berkelanjutan, prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan, dan rencana kerja untuk perbankan, pasar modal, dan sektor non-bank.

 Baca juga: Bos OJK Pamer Pencapaian Pengembangan Program Keuangan Berkelanjutan

"Kami tengah menyusun arah baru bagi tahap dua dari Roadmap Keuangan Berkelanjutan," ucapnya melansir dari laman ojk.go.id, Kamis (29/1/2020).

Mengenai pengembangan ke depan pembiayaan keuangan berkelanjutan, Wimboh mengatakan perlu dirumuskan campuran pendekatan top-down dan bottom-up untuk mempercepat implementasi keuangan berkelanjutan. Pendekatan top-down dilaksanakan melalui penetapan pedoman dan standar implementasi, sedangkan pendekatan bottom-up berasal dari good practice yang ditemukan pada proyek kerja lapangan.

 Baca juga: Sederet Kritik untuk OJK, Telat Merespons Kasus Jiwasraya

Wimboh mencontohkan Forum Tri Hita Karana tentang Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance) pada tahun 2018 yang berhasil membangun 33 proyek keuangan berkelanjutan yang sebagian besar telah dilaksanakan pada tahun 2019, dan menyisakan beberapa proyek untuk diluncurkan dalam waktu dekat.

Sebagian besar proyek ini telah dimulai 2019 lalu dan bervariasi dari panas bumi ke tenaga air, transportasi dan satelit telekomunikasi. OJK juga tengah mengembangkan skema blended finance (proses pembiayaan yang melibatkan pihak swasta dan Industri Jasa Keuangan) sebagai salah satu solusi alternatif pembiayaan berbagai proyek dalam menggerakkan ekonomi yang ramah terhadap lingkungan namun sesuai bagi private investor, termasuk di Indonesia.

 Baca juga: Usul OJK Dibubarkan, DPR Sebut Fungsinya Dikembalikan ke BI dan Bapepam LK

"Kami sedang mengembangkan skema blended finance sebagai solusi alternatif pembiayaan dalam menggerakan ekonomi ramah lingkungan bagi investor," imbuh Wimboh.

Sebagai regulator di sektor jasa keuangan, OJK memandang pengembangan skema blended finance sangat penting tidak hanya untuk mendorong pembiayaan proyek-proyek pembangunan ekonomi tetapi juga dalam memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan memperhatikan aspek lingkungan hidup. Untuk itu, OJK siap untuk membangun ekosistem yang diperlukan, mereformasi regulasi dan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan agar pembiayaan skema ini dapat diterima dan menarik investor global.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini