Brexit, Inggris Bakal Bahas soal CPO Indonesia

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 02 Februari 2020 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 01 20 2161882 brexit-inggris-bakal-bahas-soal-cpo-indonesia-eFSqz2qPMh.jpg Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Berpisahnya Inggris dengan Uni Eropa (Brexit) pada Jumat 31 Januari 2020 waktu setempat diyakini tidak akan menganggu hubungan ekonomi Indonesia.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins sangat optimis bahwa hubungan ekonomi dengan Indonesia akan berkembang dengan baik pada masa transisi dalam 11 bulan ke depan dan pada masa yang akan datang. Menurutnya, sejauh ini belum akan ada perubahan perjanjian perdagangan pasca Brexit tersebut.

"Inggris dan Indonesia sudah berbisnis dengan persyaratan WTO. Jadi hubungan perdagangan kami tetap sama. Kami telah menandatangani perjanjian yang mirip dengan perjanjian UE tentang kayu legal, untuk menjamin keberlangsungan, dan kami telah meluncurkan Tinjauan Perdagangan Bersama, untuk mencari tahu di mana peluang masa depan kita berada. Brexit akan melihat Inggris berusaha untuk memperkuat kemitraan kami, membangun fondasi kuat kami di seluruh dunia - yang hanya bisa menjadi hal yang baik untuk Indonesia,” katanya.

Selain itu, terkait kebijakan sawit (crude palm oil) Indonesia yang selama ini mendapatkan kampanye merugikan dari Uni Eropa, Owen mengatakan bahwa pasca melewati masa transisi Brexit ini, ada kemungkinan pihaknya akan mengkaji kerjasama dalam perdagangan sawit dengan Indonesia.

“Setelah kami sepenuhnya keluar dari Uni Eropa, kami akan mengkaji kembali hal tersebut (kesepakatan perdagangan sawit). Kami tahu, betapa pentingnya perdagangan sawit untuk Indonesia," ujarnya.

(Baca Selengkapnya: Brexit, Inggris 'Cerai' dari Uni Eropa, Apa Dampaknya ke RI?)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini