Virus Korona Serang Pasar Keuangan Dunia, Wall Street Anjlok

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 01 Februari 2020 08:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 01 278 2161629 virus-korona-serang-pasar-keuangan-dunia-wall-street-anjlok-Brcsev6Ng7.jpg Wall Street Anjlok (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup anjlok 1,5% pada perdagangan Jumat waktu setempat imbas penyebaran virus korona atau coronavirus yang semakin mengkhawatirkan.

Lesunya data ekonomi AS dan laporan pendapatan emiten yang bervariasi juga menekan bursa saham AS sehingga memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global.

Baca Juga: Tak Berdaya, Wall Street Dibuka Melemah Tertekan Dampak Virus Korona

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (1/2/2020), indeks Dow Jones Industrial Average turun 603,41 poin atau 2,09% menjadi 28.256,03, indeks S&P 500 turun 58,14 poin atau 1,77% menjadi 3.225,52 indeks dan Nasdaq Composite turun 148,00 poin, atau 1,59% menjadi 9.150,94.

Untuk minggu ini, indeks Dow turun 2,5%, indeks S&P melemah 2,1% dan Nasdaq turun 1,8%. Indeks Dow dan S&P 500 memiliki kinerja mingguan terburuk sejak awal Agustus. Untuk bulan ini, Dow kehilangan 1%, S&P tergelincir 0,2% dan Nasdaq naik 2%.

Setelah mengalami penurunan persentase satu hari terbesar sejak 2 Oktober, indeks S&P 500 turun lebih dari 3% dari penutupan tertinggi pada awal Januari, karena berjuang dari epidemi virus corona yang telah menewaskan 213 orang di China dan telah dinyatakan darurat kesehatan global.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan telah mengeluarkan perintah karantina untuk semua orang Amerika yang dipulangkan dari China ke sebuah pangkalan udara di California.

 Ilustrasi wall street

Di sisi lain, saham Delta Air Lines Inc turun 2,38% dan American Airlines Group Inc turun 3,17% setelah perusahaan mengatakan mereka akan menangguhkan semua penerbangan ke daratan China.

Ekonom khawatir virus corona bisa memiliki dampak yang lebih besar daripada Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang menewaskan sekitar 800 orang antara tahun 2002 dan 2003 dengan total kerugian USD33 miliar untuk ekonomi global, karena bagian China dari ekonomi dunia sekarang jauh lebih besar .

"Kami menghabiskan sebagian besar minggu ini masih dengan optimisme euforia semacam ini tentang pasar AS, dan hari ini yang akhirnya mulai memudar, orang-orang akhirnya mulai khawatir," kata Michael O'Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading di Stamford, Connecticut.

"(Virus corona) akan berdampak pada ekonomi global, dan investor baru mulai menyadari bahwa sekarang di sini di AS,"

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini