12. Dampak Virus Korona Terhadap Perusahaan AS di China
Beberapa perusahaan besar Amerika Serikat (AS) dengan investasi besar di China sedang khawatir. Pasalnya, mereka sedang mempersiapkan diri untuk potensi gangguan dari penyebaran virus korona Wuhan yang mematikan.
"Kami berada di dalam era pengiriman tepat waktu dan persediaan yang tidak banyak. Jadi dalam banyak kasus mungkin akan terjadi kekurangan dalam rantai pasokan, dan konsumen mungkin melihat keterlambatan dalam kedatangan produk," ujar Ketua Scholl untuk Bisnis Snternasional di Pusat Studi Strategis dan Internasional William Reinsch yang dilansir CNN Business pada Rabu (28/1/2020).
Dia mengatakan, perusahaan-perusahaan AS yang memiliki hubungan dengan Wuhan sedang khawatir akan perusahaannya. Dengan tarif yang sedang berlangsung dan kenaikan biaya tenaga kerja China, perusahaan AS baru-baru ini telah memindahkan beberapa manufaktur dari China ke negara lain.
13. Industri Pariwisata China Bakal Terhantam Virus Korona
Jika virus korona di China berubah menjadi wabah yang berkepanjangan, industri pariwisata di China mungkin akan memburuk.
Tidak jelas bagaimana ancaman virus ini akan berakhir, tetapi virus ini bisa saja menimbulkan penyakit lain yang mirip dengan sindrom pernafasan akut berat (SARS).
Dampak pada industri pariwisata Setelah industri pariwisata di China tumbuh 12% pada tahun 2002, sepertinya pertumbuhan pariwisata di sana akan memburuk untuk pertama kalinya. Hal ini dikarenakan wabah virus korona yang memasuki negeri tirai bambu tersebut.
"Nilai valuasi perusahaan pariwisata, termasuk situs pemandangan indah, pelaku bisnis perhotelan diperkirakan ratingnya akan menurun 20-50% pada saat ini," kata Kepala Penelitian UBS Sekuritas Eric Lin yang dilansir dari CNBC pada Rabu (22/1/2020).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.