Antisipasi Virus Korona, Kemenhub Lakukan Penundaan Penerbangan ke China

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 02 Februari 2020 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 02 320 2162180 antisipasi-virus-korona-kemenhub-lakukan-penundaan-penerbangan-ke-china-7n0ptnoIu8.jpg Ilustrasi Penerbangan Pesawat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan penundaan penerbangan ke dan dari seluruh destinasi di China, hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Namun tidak termasuk rute penerbangan ke dan dari Hongkong maupun Macau.

Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Halim Perdanakusuma, pada sore tadi, Minggu (2/2/2020).

Menurut Budi Karya, penundaan penerbangan ini akan berlaku mulai hari Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB. Tujuannya untuk melindungi masyarakat Indonesia dari risiko tertular virus korona.

"Mengingat salah satu yang menjadi potensi masuknya penyebaran virus adalah akses transportasi udara yang erat kaitannya dengan keluar masuknya penumpang internasional," ujarnya seperti dikutip dalam akun resmi instagram-nya, @budikaryas, Minggu (2/2/2020).

Baca Juga: Pulang dari Wuhan Pesawat Batik Air Bakal Disterilkan Kembali

Budi Karya pun meminta maskapai nasional maupun asing untuk mempersiapkan diri dengan tetap mengutamakan kepentingan konsumen. Serta menyampaikan rencana penundaan sedini mungkin sesuai prosedur yang berlaku.

"Agar kerugian penumpang dapat diminimalisir.," tambahnya.

Sekedar diketahui, sebanyak 243 orang WNI, termasuk 5 orang Tim Aju (tim pendahulu) telah berhasil dipulangkan dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, ke Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau. Mereka berada di Natuna untuk proses karantina.

Baca Juga: Jemput WNI di Wuhan, Batik Air Pastikan Sudah Sesuai Prosedur

Penerbangan awal penjemputan para WNI menggunakan maskapai penerbangan Batik Air jenis Airbus 330-300CEO dengan nomor penerbangan ID-8618. Usai dari Wuhan, dilakukan transi di Bandara Hang Nadim, Batam, yang kemudian mereka berpindah dari Batik Air ke pesawat milik TNI untuk menuju Natuna.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini