Share

Kementerian PUPR Kembangkan Teknologi Bambu Laminasi, Apa Itu?

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 470 2163035 kementerian-pupr-kembangkan-teknologi-bambu-laminasi-apa-itu-3pl0zBDcOl.jpg Bambu Laminasi (IG Kementerian PUPR)

JAKARTA - Bambu merupakan salah satu sumber daya alam (SDA) yang banyak ditemukan di Indonesia. Maka dari itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Balitbang PUPR) mengembangkan teknologi bambu laminasi.

"Nah, saat ini sudah ada teknologi Bambu Laminasi dari @balitbangpupr," tulis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dilansir dari akun Instagramnya pada Selasa (4/2/2020).

 Baca juga: Menata Rumah Mungil di Tanah 30 Meter, Simak Kiatnya

Seperti diketahui, Indonesia mendapatkan peringkat keenam dalam hutan bambu terluas di dunia. Sayangnya, negeri ini belum memaksimalkan pemanfaatan bambu.

Bambu juga digunakan sebagai komponen bangunan. Namun, bambu jarang digunakan dalam bangunan karena ketahanan yang kurang daripada kayu dan bentuknya yang susah diatur.

 Baca juga: Langkah-Langkah Menata Rumah, Dimulai Sejak Proses Pembangunan

Bambu laminasi dibuat untuk membuat bambu kokoh dan bentuknya menyerupai kayu. Bambu laminasi yang dibuat oleh Balitbang PUPR ini dapat mendukung kebijakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Tanah Air.

Berdasarkan unggahannya, bambu laminasi bisa diaplikasikan pada seluruh komponen bangunan tradisional. Namun, bambu tak dapat digunakan untuk penutup atap.

 Baca juga: Ide Kreatif Bikin Pernak-pernik Natal yang Low Budget

Selain untuk bangunan, bambu laminasi juga bisa dipakai sebagai bahan kerajinan tangan, daun pintu dinding tempel, parket lantai, meubel, dan gazebo.

Kementerian PUPR menuturkan, teknologi bambu laminasi ini sudah diaplikasikan sebagai struktur rumah tradisional di Desa Penglipuran, Bali.

Teknologi bambu laminasi diharapkan dapat meningkatkan perekonomian negara, mengingat banyaknya bambu di sini. Pengembangan teknologi ini juga diharapkan mampu mengatasi kelangkaan pemenuhan kayu sebagai bahan bangunan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini