Sahamnya Turun 3%, Induk Usaha Google Tidak Lagi Bernilai USD1 Triliun

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 278 2163623 sahamnya-turun-3-induk-usaha-google-tidak-lagi-bernilai-usd1-triliun-NNJhSf8Pe5.jpg Kapitalisasi Induk Usaha Google Turun. (Foto: Okezone.com/Endgadget)

JAKARTA – Perusahaan induk Google, Alphabet tidak lagi menjadi perusahaan yang nilai kapitalisasi usahanya mencapai USD1 triliun atau Rp13.714 triliun (kurs Rp13.714/USD). Hal ini dikarenakan pergerakan saham Alphabet pada perdagangan Selasa waktu setempat mengalami penurunan.

Saham Alphabet anjlok sekitar 3% sehingga menurunkan kapitalisasi pasar perusahaan itu menjadi USD900 miliar atau sekira Rp12.342 triliun. Dengan capaian ini, Alphabet keluar dari jajaran perusahaan dengan kapitalisasi USD1 triliun seperti Amazon, Apple hingga Microsoft.

Baca Juga: Induk Usaha Google Bukukan Pendapatan Rp2.221 Triliun

Melansir Forbes, Jakarta, Rabu (5/2/2020), Alphabet tidak mampu mencapai ekspetasi tinggi walaupun bisnis periklanan Google, YouTube, atau Cloud dapat dibilang sukses.

Sebelumnya, nilai pasar Alphabet telah melampaui USD1 triliun untuk pertama kalinya pada pertengahan Januari tahun ini. Hal ini menjadikan induk Google itu mencetak rekor sebagai perusahaan keempat yang menduduki nilai kapitalisasi fantastis itu.

Baca Juga: Youtube Cetak Pendapatan Rp213 Triliun pada 2019

Sebagai informasi, Apple merupakan perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar senilai USD1 triliun pada Agustus 2019. Di mana pergerakan sahamnya terus naik hampir 6% pada yang membuat dengan kapitalisasi mencapai USD1,39 triliun atau Rp19.062 triliun.

Kemudian Microdost menyusul Apple pada pertengahan tahun 2019. Perusahaan besutan Bill Gates ini mencapai USD1 triliun atau Rp dan sampai saat ini sahamnya terus naik 12%. Dengan lonjakan kenaikan saham Microsoft membuat nilainya menjadi USD1,37 triliun atau Rp18.788 triliun.

Sementara itu, Amazon menjadi perusahaan ketiga dengan nilai kapitalisasi pasar lebih dari USD1 triliun atau Rp. Sampai saat ini, perusahaan milik Jeff Bezos telah meningkat 7% menjadi USD1,01 triliun atau Rp13.851 triliun.

Meskipun Alphabet kehilangan atau mengalami penurunan nilainya, analisis Wall Street tetap positif dan yakin perusahaan itu dapat bangkit kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini