nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Respons Kebijakan China, Harga Emas Anjlok Lebih dari 1%

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 09:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 05 320 2163516 respons-kebijakan-china-harga-emas-anjlok-lebih-dari-1-vViBJE1Iur.jpg Ilustrasi Harga Emas (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (Rabu pagi). Hal tersebut terjadi lantaran pemerintah China mengambil langkah untuk mengurangi dampak ekonomi dari penyebaran virus corona.

Melansir dari Reuters, Rabu (5/2/2020), harga emas di pasar spot turun 1,61% menjadi USD1.550,69 per ounce pada 01.40 malam. Bahkan pada transaksi sebelumnya, emas spot sempat mencapai level terendah sejak 21 Januari di posisi USD1.548,70 per ounce. Sedangkan harga kontrak emas berjangka AS ditutup turun 1,7% pada USD1.555,50.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp1.000 Dijual Rp778.000/Gram

Langkah pemerintah China untuk mengurangi dampak ekonomi dari dari epidemi virus Korona membuat para investor menarik diri dari investasi yang bersifat aman. Beberapa investor akhirnya memilih untuk kembali menuju pasar yang lebih berisiko.

"Langkah dramatis di pasar ekuitas global, terutama di pasar AS, jelas menunjukkan ada kekhawatiran yang lebih rendah tentang corona virus yang menekan PDB dan kami memiliki kebutuhan yang lebih rendah untuk tempat berlindung yang aman," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp2.000 Dibanderol Rp779.000/Gram

Sementara itu, instrumen investasi lain justru semakin moncer sebut saja seperti Wall Street yang sumringah akibat intervensi baru oleh Bank Sentral China dalam rangka menenangkan investor. Di sisi lain, dolar AS tampak menguat, sehingga membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Namun demikian, ada sejumlah ketidakpastian yang masih membuat cemas investor. Misalnya saja, sejauh mana dampak virus corona terhadap ekonomi Tiongkok dan global.

Sejauh ini, Wabah virus corona telah merusak aktivitas ekonomi negara itu karena kota-kota diisolasi, dan dilakukan pembatasan perjalanan dan bisnis ditutup.

Oleh karena itu, Pemerintah China, berupaya berbagai hal agar efek penyebab virus Korona tidak berpengaruh besar pada ekonomi. Termasuk dengan menandatangani lebih banyak pengeluaran pemerintah, keringanan pajak dan subsidi untuk sektor yang terkena virus.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini