nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Miliarder Ini Jalankan Bisnis Keluarga ala Milenial

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 16:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 06 320 2164429 anak-miliarder-ini-jalankan-bisnis-keluarga-ala-milenial-R9yChuB9eq.jpg Ilustrasi Orang Kaya (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Adrian Cheng adalah anak dari orang terkaya ke-3 di Hong Kong, Henry Cheng. Dia adalah wakil ketua dari salah satu perusahaan keluarganya, New World Development. Seperti diketahui, Cheng Yu Tung, kakeknya adalah pendiri dari perusahaan properti New World Development. Perusahaan ini sudah membuat banyak gedung maupun pulau buatan manusia.

Salah satu proyek yang dibuat oleh perusahaan ini adalah New World Center, kompleks serba guna mewah. Sayangnya, kompleks ini dihancurkan sekitar satu dekade lalu untuk pengembangan Victoria Dockside.

Adrian Cheng menyatakan, dia tidak mewarisi bisnis keluarganya tersebut, namun meremajakan perusahaan itu. 

“Saya tidak mewarisi bisnis keluarga yang berusia 50 tahun. Saya juga tidak berusaha untuk melestarikannya. Itu bukan saya," kata Adrian Cheng yang dilansir dari Forbes pada Kamis (6/2/2020).

Baca Juga: Perang Dagang AS-China, Bikin 2 Orang Terkaya Hong Kong Alami Untung dan Rugi Sepanjang 2019

"Namun saya berusaha meremajakan perusahaan ini untuk menciptakan model bisnis baru," terangnya.

Seperti halnya pusat konvensi, proyek senilai USD2,6 miliar itu berisiko. Peluncuran Victoria Dockside, yang telah dibuka secara bertahap sejak 2018 terjadi ketika Hong Kong mengalami penurunan terburuk dalam satu dekade. Ditambah lagi protes yang berlangsung di Hong Kong selama berbulan-bulan dan perang dagang AS-China, PDB wilayah tersebut pada kuartal ketiga menyusut sebesar 3,2% dari kuartal sebelumnya. Ini merupakan resesi pertama sejak krisis keuangan global pada tahun 2009.

Saat membangun Victoria Dockside, Cheng bisa saja mengambil jalan 'aman' dengan mendesain gedung secara konservatif. Sebaliknya, dia malah membuat desain inovatif yang sesuai dengan ide K11-nya, yang diciptakan dan telah sempurnakan sejak 2009.

 Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Hong Kong, Li Ka Shing Tidak Lagi Jadi yang Paling Kaya

Dalam kompleks ini terdapat kantor dengan 65 lantai ini bernama K11 Atelier, apartemen mewah bernama K11 Artus, dan pusat perbelanjaan dengan galeri seni bernama K11 Musea. Satu-satunya merek non-K11 utama di kompleks ini adalah Rosewood Hong Kong, bagian dari jaringan hotel mewah yang juga dimiliki keluarganya.

K11 adalah konsep baru Cheng. Konsep ini memadukan seni, manusia, dan alam. Hal ini dimaksudkan untuk menyatukan elemen-elemen desain artistik, budaya, dan lingkungan di ruang publik dan pribadi.

"Saya tidak melihat K11 Musea sebagai pusat perbelanjaan, tetapi sebagai tempat bagi para milenial untuk belajar, mendapatkan pengetahuan, dan terbenam dalam budaya yang berbeda," ujarnya.

Untuk memenuhi visinya, dia mempekerjakan 100 desainer, arsitek, dan seniman dari seluruh dunia. Mereka masing-masing mengawasi bagian kompleks yang berbeda, bahkan wilayah utilitarian seperti tempat parkir.

Yang mengkoordinasi semuanya adalah Kohn Pedersen Fox Associates New York, salah satu firma arsitektur terkemuka dunia.

Salah satu contoh mencolok dari K11 adalah atrium K11 Musea, gedung yang terdapat delapan lantai. Gedung ini menampilkan langit-langit kembar berbentuk lingkaran dan bola geodesik berdiameter 10,4 meter yang tergantung di ruang untuk pertunjukan atau pameran.

Kompleks ini telah memenangkan banyak penghargaan. Bahkan terdapat penghargaan untuk tempat parkirnya. Di tempat parkir tersebut terdapat grafiti yang dibuat oleh Cara To, seorang seniman Belgia yang lahir dari orangtua Hong Kong.

"Slogan untuk New World Development adalah kami yang buat, kami juga yang mendesain," kata Cheng.

"Saya ingin semua orang percaya bahwa mereka adalah pencipta, bahwa mereka dapat berinovasi dan menciptakan sesuatu," tambahnya.

Penyewa Victoria Dockside salah satunya yaitu Cartier dan Gucci, dan beberapa merek baru yang baru masuk ke Hong Kong seperti Fortnum & Mason, sekolah masak Le Cordon Bleu, dan sekolah perhiasan Van Cleef & Arpels.

Cheng berencana untuk terus memperluas K11, dengan rencana total 36 proyek dibuka di seluruh China pada tahun 2024. Dia juga menjalankan yayasan seni K11 dan dana investasi K11 .

"Saya pikir, hal tersulit adalah keuletan dan ketekunan dalam menguji produk itu selama beberapa tahun pertama. Saya percaya bahwa itu akan berhasil, tidak secara membabi buta atau egois, tetapi mengetahui itu akan membutuhkan waktu," kata Cheng tentang visinya untuk K11.

Untuk meningkatkan minatnya dalam seni, Cheng telah mengambil peran di beberapa lembaga seni terkemuka dunia, termasuk menjadi anggota dewan Museum Seni Modern New York PS1 dan pengurus Royal Academy of Arts London. Dia suka memposting di media sosialnya tentang seni.

Di sisi bisnis, Cheng juga menjalankan dua usaha investasi swasta dari Hong Kong. Yang pertama adalah C Ventures, yang dijalankan bersama Clive Ng, seorang pengusaha veteran dan investor di perusahaan media dan internet di Asia.

C Ventures memiliki investasi di 20 startup mode, media, dan gaya hidup. Di antaranya adalah Golong, sebuah situs yang menjual kosmetik dari merek-merek trendi seperti Man Cave dan SNP.

Perusahaan itu mengklaim kekayaannya lebih dari USD300 juta. Dana investasi K11 berinvestasi di perusahaan teknologi di berbagai bidang seperti AI, realitas virtual, dan data besar.

Selain menghasilkan uang dari investasi, Cheng melihat dana ini sebagai cara untuk tetap di posisi atas dalam teknologi yang berkembang cepat, terutama di kalangan generasi muda China.

"Paradigma berubah sangat cepat," kata Cheng. "Kami sekarang melihat kebiasaan konsumen dari generasi milenial dan Generasi Z," lanjutnya.

Melihat melampaui K11 dan Victoria Dockside, Cheng terus memperluas New World melalui proyek real estat lainnya. Dua proyek terbesar New World yang sedang berjalan adalah Skycity senilai 20 miliar dolar Hong Kong setara USD2,57 miliar atau Rp35,17 triliun (kurs Rp13.656 per USD) dan Taman Olahraga Tak Tak senilai 30 miliar dolar Hong Kong setara USD3,86 miliar atau Rp52,76 triliun.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini