Perang Dagang AS-China, Bikin 2 Orang Terkaya Hong Kong Alami Untung dan Rugi Sepanjang 2019

Hairunnisa, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 320 2164260 perang-dagang-as-china-bikin-2-orang-terkaya-hong-kong-alami-untung-dan-rugi-sepanjang-2019-1byJg0sj5A.jpg Thomas Lau, Salah Satu Orang Terkaya di Hong Kong. (Foto: Okezone.com/Forbes)

JAKARTA - Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Hong Kong. Kekayaan bersih gabungan dari 50 orang teratas naik 7% menjadi USD308 miliar atau setara dengan Rp4.206 triliun (dalam kurs Rp13.656).

Tercatat ada dua orang terkaya dalam daftar tersebut mengalami keuntungan dan kerugian akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China dan protes berkepanjangan di Hong Kong sepanjang 2019. Mereka adalah Wong Man Li, bos perusahaan furniture dan Wong Man Li, bos perusahaan lifestyle.

Perusahaan pembuat furniture Man Wah milik Wong Man Li mendapat keuntungan dua kali lipat pada tahun lalu. Perkiraan kekayaan Wong menjadi USD2,1 miliar atau setara dengan Rp28,6 triliun dari sebelumnya USD1,27 miliar.

Baca Juga: Crazy Rich Asia Nyata, Pasangan Ini Habiskan Rp27 Miliar untuk Kencan Romantis

Man Wah, yang pabriknya di China juga membuat sofa dan kasur, mampu menghindari beban tarif terberat karena telah memiliki pandangan jauh ke depan pada tahun 2018 untuk membuka pabrik di Vietnam, yang tidak menghadapi tarif.

"Mereka bereaksi paling cepat dan paling agresif ketika perang perdagangan AS-China dimulai," kata Direktur Riset Ekuitas Daiwa Capital Carlton Lai, dilansir dari Forbes, Kamis (6/2/2020).

Baca Juga: Aksi Anak-Anak Tajir di Medsos, Pamer Mobil Mewah hingga Pelihara Macan

Lai mengatakan harus dapat merebut pangsa pasar di Amerika Utara. Sementara itu, penjualan di China, sudah mencapai lebih dari setengah penjualan Man Wah dan untuk yang berakhir Maret tahun 2019, pendapatan China adalah USD705 juta atau setara dengan Rp9,62 trilun, naik 14% dari tahun lalu.

Sementara itu, Thomas Lau telah melihat saham perusahaan ritelnya Lifestyle Internationalnya turun sekitar 35% sejak Maret 2019. Hal tersebut membuat kekayaan pria berusia 65 tahun ini turun 24% menjadi USD1,4 miliar atau setara dengan Rp19,1 triliun. Dua department store, Sogo dari Lifestyle, keduanya outlet berlisensi dari Seven & i Jepang, terletak di dalam area di mana banyak protes diadakan.

Pendapatan terbaru lifestyle, untuk pertengahan 2019 yang dirilis Agustus lalu, penjualan turun 2% menjadi USD 718 juta atau sekitar Rp9,8 triliun dari periode tahun lalu, tetapi laba naik 45% menjadi 1,3 miliar dolar Hongkong atau setara dengan Rp2,29 triliun.

Perusahaan mengaitkan penurunan penjualan dengan permintaan konsumen yang melambat, dan kerusuhan politik dan sosial yang sedang berlangsung adalah faktor dan dapat mempengaruhi hasil di masa depan.

Peningkatan laba berasal dari pendapatan investasi yang lebih tinggi selama periode tersebut. Sementara itu, kemajuan sedang dibuat pada pembangunan Sogo ketiga di tempat bekas bandara Kai Tak Hong Kong, yang dijadwalkan dibuka pada 2022.

Lau memulai bisnis lifestlye pada awal 1980-an, membuka Sogo sebagai toko ritel pertamanya pada tahun 1985 setelah ia dan kakak lelaki Joseph menjual industri yang mereka bangun dari bisnis kipas. Thomas adalah ketua dan CEO Lifestyle, sementara putranya, Kam Sen dan putrinya, Kam Shim, keduanya bekerja di Lifestyle sebagai direktur eksekutif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini