Dampak Virus Korona Terus Meluas, Kian Mengancam Perekonomian China dan Global

Jum'at 07 Februari 2020 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 20 2165028 dampak-virus-korona-terus-meluas-kian-mengancam-perekonomian-china-dan-global-deTV54LtcN.jpg Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Dengan banyaknya kota dan bisnis di China yang ditutup setidaknya sampai minggu depan, kekhawatiran meningkat terhadap dampak wabah virus korona terhadap ekonomi global.

Hyundai Motor misalnya. Produsen mobil ini akan menangguhkan produksi di Korea Selatan karena pasokan suku cadang terganggu wabah itu.

Di Hong Kong dan China, jalanan sepi dan bisnis ditutup dengan karantina ketat untuk menghentikan penyebaran wabah, yang kemungkinan akan berakibat buruk.

Baca juga: Dampak Ekonomi Wabah Virus Korona, dari Maskapai hingga Smartphone 'Terinfeksi'

“Ada daerah-daerah yang menghasilkan sekitar dua pertiga PDB China yang sudah memperpanjang masa liburnya beberapa minggu lagi. Buruh migran tidak akan kembali ke pabrik. Jadi, jelas, hasil ekonomi kuartal pertama dan hampir dipastikan kuartal kedua 2020 akan sangat buruk," ujar David Dollar dari Brookings Institution, lembaga riset di Washington, dilansir dari VOA, Jumat (7/2/2020).

Francis Lun, CEO perusahaan sekuritas, Hong Kong Geo Securities, memperingatkan dampaknya bisa sampai keluar Asia.

"Mungkin pertumbuhan ekonomi global akan menyusut 0,5%," kata Lun.

Sementara itu, Li Zimin, petani stroberi di Jiujiang, yang berbatasan dengan Provinsi Hubei, asal virus itu, mengatakan sekarang biasanya "puncak musim" stroberi. Namun akibat wabah, pendapatan hariannya berkurang drastis.

Baca juga: Ekonomi Dunia Masih Dibayangi Ketidakpastian, Ini Penjelasannya

Zimin, usia 38 tahun, memiliki sekitar 23 rumah kaca yang tersebar di lahan seluas lebih dari setengah hektar (0,6 hektar) di daerah yang sejak dulu terkenal dengan petani dan pemetik stroberi.

"Saya benar-benar sedih mengenai hal ini, sedikit kecewa. Tapi sekarang, menghadapi epidemi yang bukan buatan manusia, tidak ada yang bisa kami lakukan. Saya hanya berharap epidemi (virus korona) ini bisa cepat selesai sehingga stroberi saya bisa kembali pada tingkat penjualan normal," tutur Zimin.

Wabah korona bahkan telah mencapai pusat perjudian China di Makau di mana operator kasino pada hari Selasa diminta untuk menutup operasi selama dua minggu. Kasino-kasino Makau biasanya dipadati para pejudi papan atas China, tetapi minggu ini sepi karena orang-orang berusaha menghindari tertular virus korona Wuhan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini