Hal serupa juga diprediksikan oleh Neil Atkinson, kepala industri minyak dan divisi pasar di Badan Energi Internasional. Menurutnya, pertumbuhan populasi tetap menjadi kekuatan pendorong utama untuk permintaan minyak.
Baca juga: Harga Minyak Global Anjlok Hampir 4% Imbas Kekhawatiran Virus Korona
“Jika kita memiliki pendekatan bisnis seperti biasa dengan implementasi kebijakan (lingkungan) yang jauh lebih terbatas maka profil permintaan minyak akan terus tumbuh. Tetapi jika dunia menerapkan kebijakan dengan lebih ketat, karena menunjukkan tanda-tanda realisasinya hari ini, maka puncaknya bisa datang pada akhir tahun 2020-an, 2030-an," pungkas Neil Atkinson.
Neil juga mengatakan Rusia akan menjadi landasan pasokan minyak di masa depan, setelah Arab Saudi yang menjadi produsen minyak terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. "Akan ada peningkatan permintaan untuk setidaknya dekade mendatang untuk produk minyak, mungkin lebih lama, dan ini memperkuat peran mereka sebagai pemain terpenting di pasar global, pemasok paling andal dan terbesar di pasar," tambahnya.
Selain itu, IMF menilai melambatnya permintaan minyak global merupakan tantangan keberlanjutan fiskal yang signifikan untuk kawasan Gulf Cooperation Council atau Dewan Kerjasama Teluk (GCC). GCC adalah rumah bagi pengekspor minyak terbesar yang secara kolektif memproduksi lebih dari seperlima dari pasokan minyak global.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.