MANADO - Diberhentikannya penerbangan langsung dari China ke Manado berdampak besar bukan hanya terhadap pariwisata di Sulawesi Utara, namun juga berdampak terhadap tenaga kerja di bidang usaha pariwisata, di antaranya industri hotel, jasa-jasa lain seperti penyewaan bus dan restoran.
Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) Manado Ivanry Matu mengatakan dampak virus korona mengakibatkan terhentinya turis untuk datang ke Manado. Jadi sudah pasti berdampak kepada pihak Pengusaha yang mengelolanya.
"Karena saya mendapat informasi bahwa penghentian sementara ini berakibat ada sekitar 900 pekerja diistirahatkan sementara dan aktivitas disalah satu destinasi utama tersebut dihentikan," ujar Ivanry, Sabtu (8/2/2020).
Sejak dibukanya penerbangan langsung China ke Manado pada 2016. Sampai dengan awal 2020, turis China ke Manado sekira 3 tahun telah mencapai 300.000 pengunjung.
Baca Juga: Tingkat Hunian Kamar Turun, Turis Asing Rata-Rata Menginap di RI Lebih dari Sehari
Bahkan bila meliha di sudut-sudut Kota Manado, sering dijumpai beberapa turis China berjalan bergerombol, atau dengan bus pariwisata. Beberapa tempat wisata yang lagi hype pun terlihat selalu ada turis China.