Kunjungan Turis China ke Manado Menurun, 900 Pekerja Wisata Dihentikan Sementara

Subhan Sabu, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 08 320 2165420 kunjungan-turis-china-ke-manado-menurun-900-pekerja-wisata-dihentikan-sementara-RzkVmTptjp.jpg Wisatawan China Berlibur ke Manado. (Foto: Okezone.com)

MANADO - Diberhentikannya penerbangan langsung dari China ke Manado berdampak besar bukan hanya terhadap pariwisata di Sulawesi Utara, namun juga berdampak terhadap tenaga kerja di bidang usaha pariwisata, di antaranya industri hotel, jasa-jasa lain seperti penyewaan bus dan restoran.

Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) Manado Ivanry Matu mengatakan dampak virus korona mengakibatkan terhentinya turis untuk datang ke Manado. Jadi sudah pasti berdampak kepada pihak Pengusaha yang mengelolanya.

Baca Juga: Tingkatkan Jumlah Turis di Tengah Wabah Korona, RI Siapkan Tarif Khusus Wisata untuk Bali hingga Manado

"Karena saya mendapat informasi bahwa penghentian sementara ini berakibat ada sekitar 900 pekerja diistirahatkan sementara dan aktivitas disalah satu destinasi utama tersebut dihentikan," ujar Ivanry, Sabtu (8/2/2020).

Sejak dibukanya penerbangan langsung China ke Manado pada 2016. Sampai dengan awal 2020, turis China ke Manado sekira 3 tahun telah mencapai 300.000 pengunjung.

Baca Juga: Tingkat Hunian Kamar Turun, Turis Asing Rata-Rata Menginap di RI Lebih dari Sehari

Bahkan bila meliha di sudut-sudut Kota Manado, sering dijumpai beberapa turis China berjalan bergerombol, atau dengan bus pariwisata. Beberapa tempat wisata yang lagi hype pun terlihat selalu ada turis China.

Lebih lanjut, Ivanry mengatakan dengan berhentinya sementara penerbangan dari China di sisi lain seharusnya ini menjadi kesempatan yang baik untuk menggarap rute penerbangan baru seperti Jepang, Korea, Vietnam, Filipina dan beberapa negara di Asia yang potensial.

Apalagi mulai akhir Maret penerbangan Davao -Manado (PP) akan ditambah dengan masuknya maskapai milik Filipina dengan harga yang lebih kompetitif, harus ada kiat dan strategi bagaimana menarik wisatawan yang ada di Cebu dan Davao yang jumlahnya ratusan ribu, bahkan Kemenpar menargetkan di atas 200.000 dari Filipina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini