nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Virus Korona, Erick Thohir Minta Garuda Gunakan Pesawat Kapasitas Besar untuk Domestik

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 17:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 10 320 2166254 imbas-virus-korona-erick-thohir-minta-garuda-gunakan-pesawat-kapasitas-besar-untuk-domestik-ZwPXONubfy.jpg Garuda Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta kepada maskapai milik pemerintah untuk melakukan inovasi bisnis. Hal ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus korona.

Erick pun mencontohkan, misalnya pada rute penerbangan Garuda Indonesia. Karena dilarangnya penerbangan dari dan menuju China oleh pemerintah, Garuda bisa melakukan inovasi dengan cara fokus dalam penerbangan dalam negeri.

 Baca juga: Garuda Stop Sementara Penerbangan ke China, Bagaimana Rute Hong Kong?

Garuda bisa menggunakan pesawat yang memiliki kapasitas lebih besar (wide body) untuk rute domestik. Sebab pesawat ini sejatinya digunakan untuk penerbangan rute menuju China, sedangkan rute penerbangan itu saat ini sedang dihentikan sementara.

"Lalu Garuda Indonesia dengan tidak terbang ke China bisa buat strategi baru apakah menggunakan tadinya pesawat berbadan kecil jadi yang berbadan besar," ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/2/2020).

 Baca juga: Tak Punya Rute ke Wuhan, Garuda Indonesia Tetap Waspadai Penyebaran Virus Korona

Menurut Erick, upaya penerbangan langsung dari Singapura menuju Labuan Bajo pun terpaksa harus diurungkan sementara. Mengingat saat ini pariwisata Singapura juga terkena imbasnya.

"Yang mau lakukan dari Singapura ke Labuan Bajo hanya mimpi. Kan mereka juga enggak ada wisatawannya," ucapnya.

 Baca juga: Utang Rp6,8 Triliun Jatuh Tempo, Garuda Gali Lubang Tutup Lubang

Menurut Erick, penyebaran virus korona ini yang paling terkena dampaknya adalah pariwisata. Oleh karenanya seluruh pihak yang berada di dalam industri pariwisata perlu kreatif dalam mencari inovasi baru.

"Penurunan wisman sudah terjadi, dan akhirnya tadi ekspor ke LN akan lambat. Ini mengapa saya berharap walaupun belum ada, tapi kita harus siap, waspada," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini