nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wabah Virus Korona Bikin Maskapai Penerbangan Dunia Rugi Besar

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 11:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 12 320 2167208 wabah-virus-korona-bikin-maskapai-penerbangan-dunia-rugi-besar-65utmxaPc7.jpg Pesawat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Penyebaran virus korona yang ditemukan di Wuhan, China membuat maskapai penerbangan yang memiliki rute ke Negeri Tirai Bambu itu merugi. Bahkan virus korona disebut-sebut membuat keuangan maskapai penerbangan berada di posisi terburuk sejak tahun 2003.

Lebih dari 25.000 penerbangan dibatalkan dalam minggu pertama di Februari 2020. 30 maskapai telah menangguhkan penerbangan ke China dengan total 8.000 kursi.

Baca Juga: Dampak Virus Korona, Jumlah Wisatawan di Bali Turun Drastis

Dengan pembatalan penerbangan, tidak sedikit maskapai yang mengeluhkan mengalami kesulitan keuangan. Bahkan mereka membandingkan wabah mematikan SARS pada tahun 2003.

“Tingkat pembatalan penerbangan ini belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan melebihi peristiwa pandemi lainnya,” ujar Kepala Bagian Asia OAG Mayur Patel dilansir Forbes, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga: Presiden Xi Yakinkan Jokowi China Akan Menang Dalam Perang Melawan Virus Korona

Dirinya juga menambahkan pembatakan sejumlah penerbangan merupakan tindakan cepat dari jajaran direksi guna mencegah penyebaran virus korona.

Sebagai yang diketahui, penyebaran SARS telah menurunkan 8% pendapatan maskapai di Asia Pasifik yang setara USD6 miliar atau Rp81 triliun (kurs Rp13.658/USD). Dengan adanya virus korona, beberapa maskapai yang bermarkas di China memangkas 50% penerbangan.

“Maskapai penerbangan di China telah merasakan sebagian besar kerugian pada tahun ini,” kata analis penerbangan di Hong Kong, Eric Lin. Sebut saja Air China, China Southern Airlines, dan Taiwan’s airlines mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat ketergantungan pada penerbangan ke Negeri Tirai Bambu itu. Bahkan United Airlines dan British Airways juga terpaksa mengurangi penerbangan ke China.

“Kerugian tahun ini bisa bertambah lebih lanjut jika virus menyebar lebih banyak di luar China,” papar Moody’s Investors Service.

Menurut Lin, maskapai mungkin akan mengatasi kerugian dengan memangkas biaya, termasuk cuti yang tidak dibayar untuk karyawan. Penerbangan sipil akan bangkit kembali dengan cepat begitu penyebaran virus surut, jika perkembangan SARS terulang tahun ini.

"Pengalaman kami tentang peristiwa tersebut adalah bahwa layanan udara akan kembali dengan cepat setelah virus terkandung dan permintaan akan segera naik," katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini