Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Virus Korona Tak Pengaruhi Kuantitas Impor Bahan Baku dari China

Fahreza Rizky , Jurnalis-Rabu, 12 Februari 2020 |14:07 WIB
Virus Korona Tak Pengaruhi Kuantitas Impor Bahan Baku dari China
Secara Kuantitas, Virus Korona Tidak Pengaruhi Kuantitas Impor Bahan Baku ke RI. (Foto: Okezone.com/Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan virus corona belum mempengaruhi kuantitas bahan baku impor dari China. Hanya saja secara harga, bahan baku yang dikirim ke Indonesia menjadi lebih mahal.

“Saya sudah cek di lapangan berkaitan dengan impor bahan baku dari China, itu belum ada gangguan berkaitan dengan kuantitasnya. Tapi karena pegawai administrator yang ada di China banyak tidak bekerja, nah ini ada kaitan dengan harga,” tuturnya, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga: Fakta Impor dari China Disetop, Dampak Virus Korona

Agus menerangkan, sebetulnya ASEAN dan China sudah memiliki kerja sama perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA). Karena administrator di China tidak banyak bekerja atau bahkan tidak ada yang kerja, sehingga pencatatan untuk FTA antara China dan ASEAN tidak bisa dinikmati.

“Sehingga kiriman dari sana ke Indonesia tanpa melalui desk yang bisa dinikmati oleh industri berkaitan dengan FTA. Jadi harga yang diterima oleh industri itu adalah harga normal, bukan harga yang berkaitan dengan FTA ASEAN-China. Ya jadi lebih mahal, tapi untuk kuantitas masih belum ada gangguan,” tuturnya.

Baca Juga: Stop Impor Produk China Bakal Ganggu Pasokan? Ini Kata Mendag

Agus mengatakan, kuantitas yang tidak berkurang ini bahan baku untuk industri baja di dalam negeri. Namun demikian, Agus menilai jumlah impor tersebut tidak akan dikurangi industri meski harganya mahal.

“Kalau impornya turun kan industri utilisasinya akan turun lagi,” tuturnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement