Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Impor Baja Penyebab Defisit Perdagangan, Menperin: Jangan Lihat Sisi Negatifnya

Fahreza Rizky , Jurnalis-Rabu, 12 Februari 2020 |15:11 WIB
Impor Baja Penyebab Defisit Perdagangan, Menperin: Jangan Lihat Sisi Negatifnya
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. (Foto: Okezone.com/Kemenperin)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatkan jangan melihat impor sebagai sesuatu yang negatif. Seperti impor besi dan baja yang kebutuhannya memang belum bisa dipenuhi dari dalam negeri.

Seperti, industri baja dan industri lainnya membutuhkan bahan baku scrap logam untuk produksinya. Dicatat kebutuhan impornya mencapai 9 juta.

Baca Juga: Fakta Impor dari China Disetop, Dampak Virus Korona

Begitu pentingnnya bahan baku itu, namun tidak bisa diimpor semuanya. Karena ada regulasi yang membatasi, di mana kekurangannya dipenuhi dari dalam negeri. Di mana dari sisi nilainya, scrap logam dari dalam negeri lebih mahal dibandingkan yang impor.

"Jadi saya sampaikan jangan selalu melihat impor itu suatu hal yang negatif. Selama impor itu membawa nilai tambah bagi industri itu sendiri," tuturnya, di Istana Negara, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga: Stop Impor Produk China Bakal Ganggu Pasokan? Ini Kata Mendag

Namun demikian, kata Agus, pemerintah bukan berarti mendukung impor. Ketersediaan bahan baku bagi industri baja dan besi menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemerintah akan hadir dalam rangka membina dan membantu industri baja nasional.

"Baik itu industri baja yang dimiliki oleh pemerintah (BUMN) atau industri baja lainnya yang dimiliki oleh swasta.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement