nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Buka Impor 62.000 Ton Bawang Putih

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 18:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 13 320 2168042 pemerintah-buka-impor-62-000-ton-bawang-putih-UOYIhwfah3.jpg Bawang Putih (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) bawang putih sebanyak 62.000 ton. Sekretaris Jenderal Kemendag Oke Nurwan memastikan, komoditas itu akan segera masuk ke Indonesia.

Dia menyatakan, izin impor itu diterbitkan berdasarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) Kementerian Pertanian untuk 103 ribu ton bawang putih. Namun, hingga saat ini hanya 62.000 ton yang dapat disetujui.

Oke bilang, SPI diberikan kepada importir yang telah memenuhi persyaratan dari pemerintah pusat. Sementara, sisanya masih harus memenuhi kelengkapan persyaratan sebelum mendapatkan perizinan impor.

Baca juga: Kemendag: Impor Ikan dari China Tak Dilarang

"Jadi tergantung mereka. Kan ada persyaratan yang harus dipenuhi. Jadi sekarang yang dinyatakan sudah lengkap kurang lebih 62 ribu ton," katanya ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Menurut Oke, impor bawang putih itu dilakukan karena ada kebutuhan di dalam negeri, lantaran diperkirakan stok akan habis di Maret 2020 mendatang. Meski demikian, dia enggan merinci dari negara apa impor itu berasal, hanya saja membuka peluang dari China dan India.

"Kita buka kok tidak harus dari China, ada dari India. Mungkin begitu (bisa impor seluruhnya dari China), tapi kan enggak masalah," ujarnya.

Baca juga: Stop Impor Produk China Bakal Ganggu Pasokan? Ini Kata Mendag

Oke menyatakan, tak ada masalah jika memang harus melakukan impor komoditas pertanian dari China yang kini tengah menjadi negara dari wabah virus korona (covid-19) berasal. Lantaran, yang dilarang pemerintah adalah impor binatang hidup (live animal).

Larangan itu pun berdasarkan hasil penelitian ilmiah oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), bahwa transmisi virus covid-19 melalui binatang hidup. Jadi komoditas pertanian tidak masuk dalam kategori pembawa virus (carrier).

"Scientific eveidence (bukti ilmiah) dari WHO yang jadi carrier adalah binatang hidup. Namun tidak termasuk produk ikan, karena bukan carrier. Begitu juga dengan bawang putih, bukan carrier virus," kata Oke.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini