Proyek Bendungan Jlantah Dimulai, Dananya Rp965 Miliar

Vania Halim, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 14 320 2168551 proyek-bendungan-jlantah-dimulai-dananya-rp965-miliar-fzTowCL6Qi.jpg Bendungan Karian Banten. (Foto: Okezone.com/Instagram KBUMN)

JAKARTA - Proyek Bendungan Jlantah yang berada di Desa Tlobo dan Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Jawa Tengah, mulai dibangun. Bendungan ini memiliki kapasitas 10,97 juta m3 yang bersumber dari aliran Sungai Jlantah dan Sungai Puru.

Mengutip data Kementerian PUPR, Jumat (14/2/2020), pembangunan bendungan dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp965 miliar. Saat ini progres pembangunannya sudah 4,9 % dengan masa pelaksanaan tahun 2018-2022.

Baca Juga: Bendungan Gondang Penuh, Siap Mengairi 4.066 Ha Lahan Pertanian di Karanganyar dan Sragen

Konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 70 m (dari dasar sungai), panjang puncak 404 m, lebar puncak 12 m, elevasi puncak bendungan +690 m. Bendungan ini berpotensi menyuplai air irigasi di area pertanian seluas 1.493 hektar yang terbagi untuk intensitas tanam daerah irigasi esksisting seluas 805 hektar dan areal irigasi baru seluas 688 hektar.

Di samping itu, kehadiran bendungan juga dapat menyuplai air baku sebesar 0,15 m3/detik, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) sebesar 0,63 MW, pengendalian banjir, konservasi pemeliharaan aliran sungai sebesar 120 liter/detik, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

Baca Juga: Bendungan Kering Ciawi Diperkirakan Selesai pada Akhir 2020

Kehadiran Bendungan Gondang dan Jlantah menambah jumlah tampungan air yang dibangun Kementerian PUPR dalam mendukung ketahanan pangan dan air di Provinsi Jawa Tengah. Selain Bendungan Gondang dan Jlantah, 6 bendungan lain yang tengah dibangun yaitu Bendungan Logung (Kudus), Pidekso (Wonogiri), Bener (Purworejo), Randugunting (Blora), Matenggeng (Cilacap) dan Jragung (Demak).

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini