nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Ibu Kota Baru Indonesia Jadi Sejarah Baru, Investor Mulai Melirik

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2020 12:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 16 470 2169241 fakta-ibu-kota-baru-indonesia-jadi-sejarah-baru-investor-mulai-melirik-z70LnrpzyO.png Desain Ibu Kota Baru. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

JAKARTA - Pemindahan Ibu kota dari Jakarta menuju Kalimantan akan menjadi sejarah dunia. Pasalnya baru Indonesia yang memindahkan ibu kotanya dari satu pulau ke pulau lainnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, beberapa negara memang sudah lebih dahulu memindahkan ibu kotanya. Hanya saja, pemindahan ibu kota itu masih dalam lingkup satu pulau.

"Kita inginkan jadi yang terbaik di muka bumi. Karena belum ada ibu kota dari suatu pulau ke pulau yang lainnya kecuali Indonesia ini untuk pertama kali," ujar Suharso saat ditemui di Kantor Bappenas.

Untuk itu, Okezone merangkum kembali menariknya pemindahan ibu kota ke Kalimantan, Minggu (16/2/2020):

1. Canberra Inspirasi Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan kawasan Mont Ainslie, Canberra, Australia, pada Minggu 9 Februari 2020. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat tata kota yang akan dijadikan inspirasi pembangunan ibu kota baru.

“Jadi kita ingin apa mendapatkan sebuah bayangan seperti apa sebetulnya kota Canberra, bagaimana dikelola, kemudian dimulainya seperti apa,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa ide yang bagus untuk menempatkan gedung pemerintahan yang menjulang tinggi jauh dari area inti pemerintahan. Hal ini karena Kepala Negara melihat tidak adanya gedung pemerintahan yang memiliki lebih dari 7 lantai.

2. Tantang untuk Ibu Kota Baru

Pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta menuju Kalimantan Timur (Kaltim) perlu kajian lebih mendalam lagi oleh pemerintah. Khususnya yang berkaitan dengan ketersediaan air bersih.

Dosen Universitas Gadjah Mada Bagas Pujilaksono mengatakan, persoalan air menjadi catatan yang sangat penting dalam proses pemindahan ibu kota baru nanti. Mengingat air tanah yang ada disana sangat terbatas sekali.

"Airnya susah sekali mendapatkan air tanah dan air permukaan tidak banyak. Maka saran saya ke pemerintah perlu melakukan kajian yang lebih detil oleh lembaga internasional," ujar Suharso.

3. Pemindahan Ibu Kota Jadi Sejarah Dunia

Pemindahan Ibu kota dari Jakarta menuju Kalimantan akan menjadi sejarah dunia. Pasalnya hanya Indonesia lah yang memindahkan ibu kotanya dari satu pulau ke pulau lainnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan mata dunia saat ini tertuju pada Indonesia. Seluruh negara di dunia penasaran bagaimana ibu kota baru Indonesia setelah dipindahkan ke Kalimantan.

"Karena itu seluruh mata dunia ke Indonesia. Apakah Indonesia itu mampu untuk memindahkan ibu kotanya. Dan kalau pindah itu seperti apa," jelas Suharso.

4. Investor Mulai Lirik Investasi di Ibu Kota Baru

Pemindahan ibu kota dari Jakarta menuju Kalimantan menarik minat beberapa investor. Bahkan beberapa investor dari negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, China, Singapura, Italia, Denmark dan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan siap berinvestasi di ibu kota baru.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa menyatakan sejumlah negara memang sudah mengatakan ketertarikannya. Hanya saja lanjut, pemerintah masih memikirkan skema yang pas untuk para investor ini.

"Banyak sekali, tapi kan kita harus lihat skema-skema yang mereka tawarkan baik untuk kepentingan mereka sendiri dan untuk kepentingan kita. Jadi jangan sampai kita menawarkan sesuatu yang tidak proper untuk mereka. Nanti mereka kecewa kita juga ikut kecewa," ujar Suharso.

5. Isu Lingkungan Kembali Diangkat dalam Ibu Kota Baru

Pemerintah berencana memindahkan ibu kota baru dari Jakarta menuju Kalimantan Timur. Pembangunan ibu kota baru disebut akan ramah lingkungan namun tetap modern.

Direktur Rujak Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja menilai, melihat desain hasil sayembara, ibu kota baru yang katanya ramah lingkungan, justru jauh dari kata kota lestari. Sebab, ibu kota baru ini justru sangat bergantung pada mesin.

"Sebetulnya sayangnya, desain pemenang itu tidak desain yang mempermudah orang. Itu bisa dipahami ada keinginan dari presiden yang punya desain wah. Apakah itu membuat kota lestari. Belum tentu. Karena tergantung pada mesin," ujar Elisa.

6. Masalah yang Harus Dibenahi

Pemerintah akan memindahkan ibu kota dari Jakarta menuju Kalimantan. Nantinya ibu kota baru ini akan didesain serba canggih dan ramah lingkungan.

Kendati sudah direncanakan, namun masih ada beberapa masalah dalam pemindahan tersebut. Adapun hal tersebut telah masuk ke isu pembangunan Pemindahan Ibu Kota.

Mengutip data Bappenas, Jakarta, Rabu (12/2/2020), hasil rapid KLHS pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), terdapat 4 isu pembangunan. Berikut masalahnya:

1. Keterbatasan suplai air baku,

2. Wilayah IKN dan sekitarnya merupakan habitat dan ruang jelajah beberapa spesies kunci seperti Orangutan, Bekantan, Beruang Madu, Pesut dan Dugong.

3. Terdapat 109 lubang tambang yang memerlukan penanganan lebih lanjut, dan

4. Kalimantan Timur memiliki ecological footprint tinggi di Kalimantan.

7. Ada Pusat Pembibitan di Ibu Kota Baru

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menejelaskan sudah mendapatkan arahan terbaru dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat persemaian bibit yang permanen dan modern. Tidak tanggung-tanggung, Kementerian LHK diminta membuat persemaian bibit yang produksi mencapai 15-17 juta.

Persemaian merupakan tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit atau semai yang siap ditanam di lapangan. Persemaian memiliki pengertian yang juga sama dengan kegiatan pembibitan.

Kegiatan persemaian merupakan awal penanaman hutan karena itu sangat penting dan merupakan kunci pertama di dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman hutan.

"Jadi saya diperintahkan untuk membuat persemaian bibit yang permanen modern dengan produksi 15 juta-17 juta. Itu besar loh," ujar Siti.

8. 3 Tokoh Dunia Masuk ke Dewan Pengarah Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo melakukan beberapa langkah untuk mewujudkan ibu kota baru. Salah satu yang dilakukan adalah pembentukan dewan pengarah.

Tidak sembarang orang, Presiden mengisi dewan pengarah untuk ibu kota baru tersebut dengan tokoh-tokoh berpengaruh di dunia. Dewan pengarah ibu kota baru tersebut terdiri dari beberapa tokoh, antara lain Pertama, Crown Prince Mohammed bin Zayed Al Nahyan dari Abu Dhabi. Kedua, Masayoshi Son yang merupakan pemilik Softbank. Ketiga adalah Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris.

Presiden juga berharap, tiga tokoh ini bisa menjadi jalan masuk investasi ke ibu kota baru.

"Ya tentu saja itu yang kita harapkan, karena dari kalkulasi yang ada, (Indonesia membutuhkan) 33 miliar dolar. (Anggaran ibu kota) dari APBN hanya kurang lebih 20 persen yang kita siapkan, 80 persen itu kita harapkan bisa dari (Public Private Partnership), bisa dari investor swasta dalam negeri, juga investor dari luar negeri," jelas Presiden.

9. Masyarakat di Kalimantan Timur Dilibatkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melibatkan masyarakat lokal dalam membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Saya sudah sampaikan ke tokoh-tokoh di Kaltim, bahwa mereka akan kita libatkan dalam pembangunan," jelas Presiden Jokowi, dikutip dari wawancara dengan BBC Indonesia.

Dia memaparkan, pemerintah berharap masyarakat asli Kaltim mendapatkan manfaat ekonomi dari pembangunan ibu kota. Sekarang ini, Presiden mengatakan sudah melakukan komunikasi dengan masyarakat lokal tersebut. Ke depannya, komunikasi ini akan lebih diintensifkan.

10. Disusun Berdasarkan Cluster

Ibu kota baru yang berada di Kalimantan akan memiliki "rasa" yang berbeda dengan Jakarta. Ibu kota baru ini akan dibuat secara cluster.

"Di Kalimantan, ibu kota baru nanti kita buat cluster, ada cluster pemerintah, ada cluster pendidikan, kesehatan, riset dan inovasi. Sehingga ekonomi, bisnis itu masih ada di Jakarta," jelas Presiden Joko Widodo (Jokowi), dikutip dari wawancara dengan BBC Indonesia, Kamis (13/2/2020).

Urusan perizinan, dia menyatakan tidak akan menjadi hal besar. pemerintah akan menginstal sistemnya dulu, baru orangnya. Dengan demikian akan muncul sebuah budaya kerja yang cepat.

"Karena kita pindah ke Kaltim adalah pindah cara kerja, pindah sistem kerja, pindah kultur kerja, sehingga kecepatan itu kita harapkan benar-benar ada," jelas Presiden.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini