nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS Warning Turunnya Impor Indonesia, Kenapa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 16:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 17 320 2169794 bps-warning-turunnya-impor-indonesia-kenapa-AAwYrJAlAF.jpg BPS soal Impor Indonesia (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja impor Indonesia pada Januari 2020 mengalami penurunan. Tercatat angka impor pada Januari 2020 mencapai USD14,28 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan meskipun turun namun pemerintah diminta berhati-hati. Pasalnya turunnya impor bisa berdampak pada perlambatan gerak ekonomi Indonesia serta investasi.

Baca Juga: Awal Tahun 2020, Neraca Dagang Defisit hingga USD864 Juta

Apalagi, seluruh sektor impor justru mengalami penurunan. Misalnya saja impor bahan baku dan barang modal mengalami penurunan masing-masing sebesar 7,35% dan 5,26% jika dibandingkan catatan pada Januari 2019 dengan nilai impor keduanya masing-masing USD10,58 miliar dan USD2,23 miliar.

Meski impor bahan baku dan barang modal mengalami penurunan pada Januari 2020, impor untuk barang konsumsi tercatat mengalami pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data BPS, impor barang konsumsi mencapai 20,26% secara tahunan senilai USD1,47 miliar.

Baca Juga: BPS Catat Impor Januari 2020 Turun 4,78% ke USD14,28 Miliar

"Tadi saya bilang kita harus lebih waspada karena bahan baku dan barang modal turun," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Menurut Kecuk sapaan akrabnya, penurunan bahan baku bisa mempengaruhi produksi industri bahan baku atau manufaktur yang bisa melambat. Pada 2019, saja industri manufaktur turun dari 4,27% menjadi 3,8%.

"Kita perlu waspadai agar penurunan ini enggak pengaruhi industri pengolahan karena kemarin terlihat manufaktur perlu diwaspadai," jelasnya.

Sementara itu, untuk barang modal kata Kecuk, biasanya berupa mesin-mesin industri yang menjadi cerminan gerak investasi dari berbagai industri. Jika impornya turun, maka investasi bisa ikut anjlok dan bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

"Barang modal itu mesin-mesin yang menjadi komponen investasi, karena itu saya minta waspada kalau enggak akan pengaruh ke komponen PMTB," jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini